PenaKu.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar penonton pasif maupun komoditas politik, melainkan pemegang kendali utama arah masa depan bangsa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, di sela agenda Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang berlangsung di Ballroom hotel Horizon, Kota Sukabumi, Jumat hingga Sabtu (31/7-1/8/2026).
Yandra menyambut baik ruang edukasi politik hasil kolaborasi Komisi II DPR RI dan KPU Sukabumi Raya tersebut. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai sistem demokrasi sangat vital, khususnya bagi generasi muda dan pemilih pemula.
“Ini adalah ruang edukasi yang sangat fundamental. Pemuda dan pemilih pemula harus memahami konstelasi serta sistem demokrasi kita secara jernih agar tidak gagap dalam menggunakan hak pilihnya,” ujar Yandra.
Ia menyoroti data statistik yang dipaparkan dalam forum tersebut, di mana kelompok usia 17 hingga 40 tahun mendominasi hingga 60 persen dari total pemilih. Bagi KNPI, angka tersebut adalah bukti konkret besarnya tawar-menawar politik kaum muda.
“Angka 60 persen itu bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti riil bahwa penentu kebijakan dan masa depan bangsa ini berada di tangan pemuda. Karena menjadi mayoritas, pemuda harus proaktif dan tidak boleh lagi apatis,” tegasnya.
Melalui edukasi politik yang terencana ini, Yandra optimistis daya kritis kaum muda di Sukabumi akan kian terasah. “Daya kritis pemuda hari ini adalah jaminan lahirnya kepemimpinan yang akuntabel dan kebijakan publik yang betul-betul pro-rakyat di masa depan,” pungkasnya.
Hergun: Kedaulatan Rakyat Jangan Hanya Hadir Lima Tahun Sekali
Menanggapi besarnya potensi pemilih muda tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menekankan pentingnya membangun kesadaran berdemokrasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) ini menyampaikan bahwa agenda reses yang menggandeng KPU Kota dan Kabupaten Sukabumi ini dirancang untuk merangkul berbagai elemen, mulai dari Pemuda Muhammadiyah, TIDAR, KNPI, hingga komunitas pekerja seni.
“Pendidikan pemilih tidak boleh berhenti saat kontestasi usai. Sebagai mitra kerja KPU, Komisi II mendorong edukasi berkesinambungan agar kualitas partisipasi publik kian meningkat, sekaligus menggugah masyarakat akan hak-hak politiknya,” tutur
Politisi yang akrab disapa Hergun tersebut.
Hergun membeberkan, sedikitnya ada 10 titik kegiatan serupa yang disiapkan untuk menjangkau lapisan masyarakat bawah di wilayah Sukabumi Raya. Langkah matang ini dinilai amat krusial, terlebih Parlemen mulai bersiap menyerap aspirasi guna pembahasan Revisi Undang-Undang Pemilu menyongsong Pemilu 2029 mendatang.
Lebih dari sekadar datang ke TPS, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini juga mendorong masyarakat untuk terlibat aktif sebagai penyelenggara pemilu adhoc di tingkat lokal, serta menjadi pemilih yang rasional.
“Pilihan rakyat sangat menentukan arah bangsa. Kita ingin mencetak smart voters—pemilih cerdas yang menakar calon berdasarkan kapabilitas dan integritas, bukan yang terbujuk oleh money politic. Suara rakyat terlalu berharga untuk ditukar dengan pragmatisme jangka pendek,” tegas Hergun.
Politikus besutan Prabowo Subianto ini mendesak KPU agar memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke pelosok perdesaan guna memperkuat pilar demokrasi dari akar rumput.” cetusnya.
***







