Politik

Sayangkan Vandalisme dan Penghinaan Simbol Negara Saat Demo Mahasiswa, Heri Gunawan: Kritik Harus Tetap Jaga Batas Etika

×

Sayangkan Vandalisme dan Penghinaan Simbol Negara Saat Demo Mahasiswa, Heri Gunawan: Kritik Harus Tetap Jaga Batas Etika

Sebarkan artikel ini
IMG 20260618 WA0034
Foto Istimewa: Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan Saat Melaksanakan Sosialisasi di Kampus Universitas Muhammad Sukabumi belum lama ini

PenaKu.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan (dapil) Kota dan Kabupaten Sukabumi, Heri Gunawan, memberikan tanggapan tegas terkait aksi unjuk rasa mahasiswa yang diwarnai oleh aksi vandalisme serta dugaan penghinaan terhadap simbol negara.

Meskipun mendukung penuh hak warga negara dalam menyuarakan aspirasi, legislator yang akrab disapa Hergun ini menyayangkan adanya tindakan yang melampaui batas norma hukum dan etika. Ia menekankan bahwa esensi dari gerakan mahasiswa seharusnya berakar pada nilai-nilai akademis.

“Saya menghormati kebebasan berpendapat. Akan tetapi, kritik yang berkembang di ruang publik seharusnya tetap menjaga batas-batas etika dan tidak menjurus pada penghinaan terhadap pribadi seseorang, apalagi kepala negara,” ujar Heri Gunawan saat di minta tanggapan awak media, Kamis (18/6/2026).

Lebih lanjut, Heri Gunawan mengingatkan kembali khitah lembaga pendidikan tinggi. Menurutnya, kampus dibangun sebagai wadah untuk menguji ide, di mana dialog dan argumentasi kuat merupakan senjata utama bagi mahasiswa, bukan tindakan-tindakan koersif di lapangan.

“Kampus dibangun untuk adu gagasan, bukan adu tekanan. Dialog dan argumentasi adalah kekuatan utama mahasiswa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hergun juga menggarisbawahi lima poin penting yang harus direfleksikan bersama demi menjaga marwah dunia pendidikan:

  • Kampus adalah ruang dialog: Tempat di mana setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah dan diskusi yang sehat.
  • Kritik harus berbasis argumentasi: Setiap tuntutan dan evaluasi terhadap kebijakan publik idealnya didasari oleh data dan kajian yang matang, bukan sekadar emosi.
  • Perbedaan tidak perlu berujung intimidasi: Menghargai perbedaan pandangan adalah potret kedewasaan dalam berdemokrasi.
  • Diskusi lebih kuat daripada kekerasan: Narasi dan gagasan yang disampaikan lewat forum ilmiah jauh lebih berdampak dan dihormati ketimbang aksi destruktif.
  • Jaga marwah akademis bersama: Menjadi tanggung jawab seluruh elemen, baik mahasiswa maupun civitas akademika, untuk mempertahankan reputasi kampus sebagai benteng intelektual.

Ia berharap poin-poin ini menjadi refleksi agar poin penting atau substansi yang diperjuangkan mahasiswa tidak kabur akibat tindakan vandalisme. Heri Gunawan mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas, khususnya di wilayah Sukabumi.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *