Politik

Banteng Kecil Resmi Lahir di Kota Cimahi Jabar

×

Banteng Kecil Resmi Lahir di Kota Cimahi Jabar

Sebarkan artikel ini
Banteng Kecil Resmi Lahir di Kota Cimahi Jabar
Banteng Kecil Resmi Lahir di Kota Cimahi Jabar

PenaKu.ID – Komunitas anak muda berbasis pemikiran Soekarno resmi dideklarasikan di Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026) lalu. Komunitas bernama Banteng Kecil itu hadir sebagai wadah literasi politik, gerakan sosial, sekaligus ruang diskusi kebangsaan bagi generasi muda di wilayah Bandung Raya.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan kader PDI Perjuangan, di antaranya Adian Napitupulu, Ono Surono, dan Rafael Situmorang.

Banteng Kecil digagas Sekretaris PDI Perjuangan Kota Cimahi, Pranjani H.L. Radja. Ia menjelaskan komunitas tersebut dibentuk sebagai gerakan kultural dan ideologis yang berfokus pada pembinaan anak muda tanpa keterikatan administratif sebagai anggota partai politik.

Menurut Pranjani, komunitas itu sengaja tidak mewajibkan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA) partai bagi para anggotanya. Langkah tersebut diambil agar generasi muda memiliki ruang gerak lebih fleksibel dalam menjalankan aktivitas sosial maupun edukasi politik.

“Kami mencintai ideologi ini dan percaya pada garis perjuangan PDIP. Namun, kami memilih bergerak dari luar sistem formal. Kami ingin membuktikan bahwa anak muda bisa setia pada ideologi tanpa harus masuk administratif KTA,” ujar Pranjani.

Banteng Kecil Lahir dari Keresahan

Ia menuturkan, lahirnya Banteng Kecil berangkat dari keresahan sejumlah anak muda terhadap mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan di kalangan generasi Z serta milenial.

Karena itu, komunitas tersebut akan memfokuskan kegiatan pada diskusi pemikiran Bung Karno, literasi politik, hingga aksi sosial di tengah masyarakat.

Tak hanya menjadi ruang diskusi kritis terkait gagasan-gagasan Bung Karno, Banteng Kecil juga menargetkan implementasi nilai marhaenisme melalui kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di wilayah Bandung Raya.

Komunitas tersebut turut memosisikan diri sebagai inkubator gagasan bagi anak muda dengan menghimpun berbagai ide kreatif yang dinilai sejalan dengan perjuangan kerakyatan untuk kemudian disampaikan kepada para pemangku kebijakan.

Dalam deklarasinya, Banteng Kecil juga memperkenalkan moto gerakan mereka, yakni “Berteman Kita Loyal, Bertarung Kita Total”.

Pranjani mengatakan moto tersebut lahir dari keresahan generasi muda yang menilai nilai loyalitas, ketulusan, kepercayaan, dan kehormatan mulai tergerus perkembangan zaman.

“Moto ini lahir dari keresahan teman-teman muda yang merasa nilai loyalitas, ketulusan, dan kepercayaan mulai hilang. Kami ingin menjadikan nilai-nilai itu sebagai dasar dalam bergerak dan membantu masyarakat,” katanya.

Sementara itu, kehadiran Adian Napitupulu disebut menjadi inspirasi bagi anggota komunitas. Sosok Adian dinilai dekat dengan kalangan muda karena rekam jejaknya sebagai aktivis yang konsisten menyuarakan kepentingan rakyat kecil.

Adapun Ono Surono dan Rafael Situmorang memberikan dukungan terhadap terbentuknya Banteng Kecil sebagai bagian dari gerakan kultural anak muda di Jawa Barat.

Banteng Kecil membuka keanggotaan bagi pemuda di wilayah Bandung Raya, khususnya Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai basis awal pergerakan. Komunitas tersebut menegaskan syarat utama untuk bergabung bukan loyalitas terhadap individu, melainkan kesamaan pandangan mengenai kedaulatan bangsa dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.**