PenaKu.ID – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Sukabumi, Drs. Lutfi Achmad, M.B.A., memberikan tanggapan resmi terkait dinamika aksi unjuk rasa mahasiswa yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi baru-baru ini.
Menyikapi adanya gesekan yang sempat diwarnai tindakan anarkis dan vandalisme dalam aksi tersebut, Lutfi Achmad menyampaikan pandangannya dengan gaya bahasa yang sangat santun, menyejukkan, namun tetap sarat akan pesan edukatif bagi generasi muda.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak yang dijamin oleh undang-undang. Namun, hak konstitusional tersebut harus dijalankan dengan cara-cara yang juga konstitusional, tertib, dan menghormati norma kesopanan yang berlaku di masyarakat.
“Menyampaikan kritik itu boleh dan sangat sah dalam alam demokrasi kita. Namun, mari kita lakukan dengan beretika, sopan santun, serta tetap menjunjung tinggi jalur konstitusional. Sangat disayangkan apabila niat tulus adik-adik mahasiswa harus ternodai oleh tindakan perusakan fasilitas umum,” tutur Lutfi Achmad saat di minta tanggapan awak media, Kamis (18/6/2026).
Menghormati Presiden Sebagai Simbol Negara
Selain menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas kota dan merawat fasilitas publik, Lutfi Achmad secara khusus memberikan catatan penting mengenai etika berkomunikasi dalam berpolitik dan berbangsa.
Ia mengimbau agar dalam menyuarakan aspirasi, tidak ada ruang bagi narasi yang bersifat menghina atau menjelek-jelekkan pribadi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Menurutnya, menjaga marwah lembaga kepresidenan adalah kewajiban moral setiap warga negara demi menjaga martabat bangsa.
“Kami mengajak adik-adik mahasiswa untuk tetap menghormati Bapak Presiden Prabowo Subianto selaku pemimpin tertinggi sekaligus figur simbol negara kita. Kritiklah kebijakan dengan argumen yang konstruktif dan berbasis data, bukan dengan narasi yang menyerang kehormatan pribadi atau merendahkan simbol negara,” tambahnya dengan penuh wibawa.
Pesan Penting Ketua DPC Gerindra Kota Sukabumi:
- Penyampaian yang Konstitusional: Mengingatkan bahwa unjuk rasa yang sehat adalah yang menaati aturan hukum dan tidak merugikan masyarakat luas.
- Mengedepankan Nilai Kesantunan: Berharap mahasiswa Sukabumi tetap menonjolkan jati diri sebagai kaum intelektual yang mengutamakan etika ketimuran.
- Menjaga Keamanan Bersama: Mengajak seluruh elemen, baik mahasiswa, aparat keamanan, maupun masyarakat, untuk sinergis menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Sukabumi.
Menutup pernyataannya, Drs. Lutfi Achmad, M.B.A. meyakini bahwa mahasiswa di Kota Sukabumi memiliki kedewasaan berpikir yang matang untuk mengevaluasi gerakan ke depan. Ia berharap suasana sejuk dan dialogis dapat kembali tercipta guna melahirkan solusi terbaik bagi kemajuan daerah dan bangsa.
“Mari kita buktikan bahwa mahasiswa Kota Sukabumi adalah pribadi-pribadi yang cerdas, beretika, dan cinta damai. Ketika kritik disampaikan dengan cara yang baik dan santun, maka substansi yang diperjuangkan akan jauh lebih mudah didengar dan diterima dengan baik oleh para pemangku kebijakan,” pungkasnya.
***





