PenaKu.ID – Pergerakan nilai tukar mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat, selalu menjadi momok yang menakutkan bagi stabilitas ekonomi berkembang.
Ketika grafik nilai dolar merangkak naik secara agresif, dampaknya akan langsung terasa nyata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Inflasi barang-barang pokok pun menjadi konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari.
Meroketnya Biaya Impor Bahan Baku Industri Karena Dolar
Sebagian besar industri manufaktur di dalam negeri masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku impor yang transaksinya menggunakan mata uang Negeri Paman Sam.
Saat mata uang Negeri Paman Sam menguat, biaya produksi otomatis akan membengkak secara drastis. Untuk menutupi kerugian tersebut, para pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual produk jadi mereka di pasar domestik.
Daya Beli Menurun dan Ancaman Suku Bunga Akibat Dolar
Kenaikan harga barang yang tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan tentu akan memukul telak daya beli masyarakat luas.
Situasi ini juga sering kali memaksa bank sentral untuk mengerek naik suku bunga demi menstabilkan mata uang. Alhasil, cicilan kendaraan atau kredit rumah yang dimiliki masyarakat berpotensi ikut mengalami kenaikan tarif.**











