PenaKu.ID – Kunjungan kenegaraan Donald Trump ke Beijing akhirnya resmi berakhir dengan penuh jargon optimisme. Trump melabeli pertemuannya dengan Xi Jinping sebagai momen yang “sangat sukses dan tak terlupakan.”
Di sisi lain, media pemerintah Cina mengutip pernyataan Xi yang menyebut kunjungan ini sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan kedua negara. Meski terlihat hangat di permukaan, detail konkret mengenai kebijakan yang disepakati masih sangat minim.
Isu Krusial Air Force One: Minyak, Iran, dan Selat Hormuz
Selama dua hari diskusi intensif, topik perdagangan, minyak, Iran, hingga isu sensitif Taiwan menjadi menu utama. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump mengklaim bahwa Xi telah berkomitmen untuk menahan pasokan peralatan militer ke Iran.
Tak hanya itu, Beijing kabarnya menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz dan sepakat untuk membeli minyak mentah dari Amerika Serikat guna menyeimbangkan neraca perdagangan.
Air Force One Diplomatik atau Sekadar Formalitas?
Meskipun sedikit kebijakan tertulis yang dipublikasikan secara mendetail, keberhasilan mempertemukan kedua pemimpin ini di satu meja dianggap sebagai kemenangan besar.
Trump diperkirakan akan memberikan rincian lebih lanjut saat berbicara dengan media di dalam Air Force One. Bagi banyak pengamat, keberhasilan komunikasi langsung ini jauh lebih penting daripada dokumen formal apa pun yang dihasilkan saat ini.**







