PenaKu.ID – Agensi hiburan Mystic Story akhirnya memecah keheningan terkait kontroversi yang menyelimuti film seni comeback Billlie berjudul ‘cartography of the unconscious’.
Tuduhan serius ini mencuat setelah sekolah animasi Prancis, GOBELINS Paris, mengeluarkan peringatan tindakan hukum atas kemiripan gaya visual film tersebut dengan karya bertajuk ‘Niccolò’ (2025).
Visi Kreatif vs Tuduhan Kemiripan Visual Billlie
Isu ini mulai memanas segera setelah Billlie merilis film tersebut pada 23 April KST lalu. Menanggapi klaim tersebut, Mystic Story menegaskan bahwa karya tersebut diproduksi murni berdasarkan sketsa awal dan visi kreatif sang sutradara.
TTidak ada niat untuk melakukan plagiarisme atau penggunaan ilegal atas karya tertentu,” ujar pihak agensi dalam pernyataan resminya. Mereka berupaya meyakinkan penggemar dan publik bahwa proses kreatif dilakukan secara orisinal tanpa melanggar hak cipta pihak mana pun.
Evaluasi Kebijakan AI dan Integritas Artistik Billlie
Selain menepis isu plagiarisme, Mystic Story sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf terkait penggunaan teknologi AI dalam art film tersebut. Agensi berkomitmen untuk meninjau kembali kebijakan penggunaan AI generatif mereka agar tetap menjaga nilai-nilai otentisitas karya seni di masa depan.
Langkah ini menjadi catatan penting bagi industri K-Pop yang kini semakin sering bersinggungan dengan teknologi canggih dalam produksi konten visual mereka.**










