Ragam

232 KK Terdampak Situ Ciburuy di Bandung Barat Mulai Terima Kompensasi

×

232 KK Terdampak Situ Ciburuy di Bandung Barat Mulai Terima Kompensasi

Sebarkan artikel ini
232 KK Terdampak Situ Ciburuy di Bandung Barat Mulai Terima Kompensasi
Ratusan warga Desa Ciburuy terima kompensasi dari pemprov jabar (foto: Abdul Kholilulloh)

PenaKu.ID – Ratusan warga di Desa Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mulai menerima realisasi bantuan kompensasi tahap kedua pada Jumat (24/4/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak program normalisasi Waduk Situ Ciburuy yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menyampaikan sebanyak 232 kepala keluarga (KK) telah terdaftar sebagai penerima manfaat pada tahap kedua. Proses awal realisasi dilakukan melalui pembukaan buku rekening bagi seluruh penerima sebagai syarat pencairan bantuan.

“Program ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang sebelumnya telah disalurkan kepada 58 KK, terdiri dari 41 pemilik rumah dan 17 pemilik usaha,” ujar Firmansyah saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, pendataan yang dilakukan oleh UPTD PSDA Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat mencakup berbagai jenis aset warga yang berada di sekitar sempadan Situ Ciburuy. Dari total 232 KK tersebut, objek terdampak meliputi 22 rumah tinggal, 103 warung atau tempat usaha, serta 107 lahan garapan seperti sawah, kebun, dan kandang ternak.

Menurutnya, warga terdampak tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kampung Ciburuy, Sirnasari, Kuta Luhur, Cikadu, Sadang, hingga Babakan Pasir Angin yang mencakup sekitar 10 RW.

Namun demikian, besaran bantuan yang akan diterima pada tahap kedua belum diumumkan secara resmi, baik kepada pemerintah desa maupun warga penerima.

“Pada tahap pertama, kompensasi yang diberikan sebesar Rp10 juta untuk rumah dan Rp5 juta untuk tempat usaha. Untuk tahap kedua ini, nominalnya belum diketahui, baru sebatas pembuatan rekening Bank BJB,” katanya.

Sejumlah Warga Situ Ciburuy Sempat Mengeluh

Sebelum realisasi tahap kedua dimulai, sejumlah warga sempat menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa. Keluhan tersebut dipicu oleh lamanya proses validasi data serta perbedaan waktu pencairan antara tahap pertama dan kedua yang memicu kecemburuan sosial.

“Ada warga yang merasa cemburu karena tahap pertama sudah cair, sementara tahap kedua belum. Bahkan ada bangunan yang belum dibongkar. Namun setelah ada kejelasan dari Pemprov Jabar, kondisi mulai kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, fasilitas umum seperti sekolah dan PAUD yang terdampak saat ini masih dikecualikan dari program kompensasi. Pemerintah masih mengkaji keberlanjutan fungsi bangunan tersebut karena masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Di sisi lain, rencana relokasi warga hingga kini belum mendapat kepastian dari pihak terkait. Pemerintah juga tengah merancang pengembangan kawasan, termasuk rencana pembangunan Bale Pinton atau panggung kesenian.

“Hasil koordinasi dengan PSDA, proyek ini masih difokuskan pada tahap perencanaan di tahun 2026. Untuk pembangunan fisik, masih menunggu kepastian,” ujar Firmansyah.

Selain itu, beredar informasi bahwa Gubernur Jawa Barat dijadwalkan akan meninjau langsung kawasan sempadan Situ Ciburuy guna melihat kondisi warga serta progres revitalisasi.

Pemerintah desa berharap bantuan yang disalurkan dapat mengompensasi kerugian warga terdampak, sekaligus memberikan kejelasan terkait nominal bantuan tahap kedua serta rencana relokasi ke depan.

Program normalisasi Waduk Situ Ciburuy diharapkan mampu meningkatkan fungsi lingkungan dan pengelolaan air di wilayah Bandung Barat, tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat terdampak.**