Pemerintahan

Siswa di Kecamatan Klapanunggal Jalan Kaki dan Tempuh Jarak 9 KM Lewati Jalan Rusak, Ketua APDESI Kabupaten Bogor Janji Akan Tindaklanjuti 

×

Siswa di Kecamatan Klapanunggal Jalan Kaki dan Tempuh Jarak 9 KM Lewati Jalan Rusak, Ketua APDESI Kabupaten Bogor Janji Akan Tindaklanjuti 

Sebarkan artikel ini
Siswa di Kecamatan Klapanunggal Jalan Kaki dan Tempuh Jarak 9 KM Lewati Jalan Rusak, Ketua APDESI Kabupaten Bogor Janji Akan Tindaklanjuti 
(Kiri) Anak Siswa yang Berjalan Kaki ke Sekolah di Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, (Kanan) Ketua APDESI Kabupaten Bogor Abdul Aziz Anwar. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan anak-anak sekolah di Kabupaten Bogor viral di media sosial. 

Para siswa dari Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, harus menempuh perjalanan kaki sejauh 9 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam demi mencapai sekolah mereka.

Kondisi jalan yang mereka lalui tampak sangat memprihatinkan. Jalanan tersebut masih berupa tanah merah yang becek, berlumpur, dan tergenang air, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Hal ini memaksa para siswa untuk berangkat lebih awal dan berjibaku dengan medan yang sulit setiap harinya.

Respon Cepat Ketua APDESI Kabupaten Bogor Terkait Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal 

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor, Abdul Aziz Anwar, menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan infrastruktur di desa tersebut.

“Terkait salah satu desa yang jalan desanya masih jelek dan menghambat perekonomian masyarakat serta anak sekolah, saya akan segera tindak lanjuti,” ujar Abdul Aziz Usai Melaksanakan Bukber APDESI Kabupaten Bogor bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kamis (12/3/2026).

Abdul Aziz menjelaskan bahwa anggaran untuk perbaikan infrastruktur desa sebenarnya telah tersedia melalui bantuan keuangan pemerintah daerah.

“Anggaran sekarang jelas, bantuan keuangan yang tadinya Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp900 juta bisa dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan,” tambahnya.

Prioritas untuk Akses Pendidikan

Abdul Aziz menekankan bahwa perbaikan jalan di Desa Leuwikaret harus menjadi skala prioritas karena menyangkut akses pendidikan anak-anak dan urat nadi ekonomi warga setempat.

“Apalagi skala prioritas jalan itu buat anak sekolah dan masyarakat, harus segera. Saya akan langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat dan Ketua DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan) untuk melakukan pengecekan di lapangan,” tegasnya.

Sebagai Ketua APDESI, ia berjanji akan memantau langsung proses ini agar perbaikan jalan dapat direalisasikan secepat mungkin sehingga tidak ada lagi siswa yang harus bersusah payah demi mendapatkan pendidikan.***