PenaKu.ID – Pembangunan kandang kambing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, kini tengah menjadi perbincangan hangat.
Proyek yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Berdasarkan dokumen RAB yang diperoleh, terdapat perbedaan mencolok pada spesifikasi material bangunan. Salah satu poin utama yang disorot adalah penggunaan material atap; dalam perencanaan awal diwajibkan menggunakan spandek, namun fakta di lapangan menunjukkan bangunan tersebut justru menggunakan genteng.
Ketua BUMDes Selawangi Mengaku Tak Dilibatkan
Mencuatnya dugaan ketidaksesuaian ini dibarengi dengan pengakuan mengejutkan dari Ketua BUMDes Selawangi, Ahmad Hidayat.
Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui detail teknis pelaksanaan proyek tersebut karena seluruh proses pembangunan diambil alih oleh Kepala Desa (Kades) Selawangi.
“Saya kurang tahu, itu diambil alih oleh kepala desa, dan saya juga tidak dilibatkan dalam pembangunan kandang tersebut,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3/2026).
Ahmad menjelaskan bahwa dominasi Kades dalam proyek ini membuatnya tidak memiliki ruang untuk melakukan fungsi kontrol sebagaimana mestinya sebagai pengelola BUMDes.
Aliran Dana Langsung ke Keluarga Kades Selawangi
Lebih lanjut, Ahmad membeberkan alasan di balik keputusannya untuk mundur dari jabatan Ketua BUMDes, baik secara lisan maupun tertulis. Ia merasa fungsi manajerial BUMDes telah dikebiri setelah dana operasional diminta untuk diserahkan langsung kepada Kades melalui istrinya.
“Sekarang saya sudah mengundurkan diri. Ketika uang BUMDes saya serahkan, beliau (Kades) yang belanja sendiri, bangun sendiri. Soal sesuai atau tidak dengan juklak juknis, saya tidak tahu,” ungkap Ahmad dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas hasil akhir pembangunan tersebut karena tidak memiliki akses dalam proses belanja material maupun pengerjaan fisik di lapangan.
Kades Selawangi Masih Bungkam
Dugaan penyimpangan ini menambah daftar panjang persoalan di Desa Selawangi. Selain masalah spesifikasi bangunan yang tidak sesuai RAB, muncul pula isu liar mengenai dugaan penjualan hewan ternak milik BUMDes oleh oknum setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Selawangi belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media terkait dugaan pengambilalihan proyek dan ketidaksesuaian spesifikasi bangunan belum mendapatkan respons dari pihak pemerintah desa setempat.
Masyarakat kini menunggu transparansi dan audit dari pihak terkait, mengingat dana yang digunakan bersumber dari anggaran negara yang seharusnya dikelola secara profesional oleh BUMDes, bukan secara personal oleh perangkat desa.***







