PenaKu.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengubah strategi promosi pariwisata dengan lebih fokus membidik wisatawan dari Asia dan Australia. Langkah tersebut dilakukan di tengah penurunan kunjungan wisatawan Eropa akibat konflik geopolitik dan meningkatnya biaya perjalanan.
Sekretaris PHRI Bali Perry Markus menyebut kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 3.221.735 orang. Jumlah itu sedikit lebih rendah dibandingkan periode sama pada 2025 yang mencapai 3.282.747 wisatawan.
Australia dan Asia Jadi Penopang Bali
Perry mengatakan Australia serta sejumlah negara Asia, terutama India dan China, menjadi pasar penting bagi pariwisata Bali.
“Penurunan itu tentunya akibat geopolitik global perang, tamu dari eropa memang terjadi penurunan sedangkan yang membuat kita selama ini cukup stabil adalah adanya wisatawan dari kawasan Australia dan Asia,” ujar Perry kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Kunjungan wisman juga kembali meningkat setelah turun pada Maret 2026. Saat itu tercatat 472.070 wisatawan, kemudian naik menjadi 623.599 orang pada Juni 2026.
Wisatawan Domestik Bali Tetap Penting
Sementara itu, wisatawan domestik Januari-Juni 2026 mencapai sekitar 4.861.000 orang.
Angka tersebut masih di bawah periode sama 2025 sebanyak 5.027.809 wisatawan.**
