PenaKu.ID – Warga Kampung PasirJeruk, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali dibuat resah oleh serangan monyet liar berekor panjang yang belakangan kerap muncul di permukiman.
Dalam tiga pekan terakhir, jumlah korban akibat serangan tersebut terus bertambah dan kini mencapai empat orang.
Korban terbaru adalah Alwi (6), seorang anak yang diserang saat bermain di belakang rumahnya pada Senin (13/4/26). Akibat insiden itu, Alwi mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, dan wajah akibat cakaran serta gigitan.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur dan harus mendapatkan puluhan jahitan untuk menangani luka yang cukup parah.
Ibu korban, Dewi Yuliawati, menuturkan peristiwa itu terjadi saat anaknya bermain seorang diri sambil mencari biji karet.
“Anak saya lagi main ambil biji karet. Tiba-tiba ada monyet dari atas langsung menyerang. Anak saya teriak, saat saya datang monyetnya masih ada di depan. Saya pukul pakai kayu, lalu monyetnya lari,” kata Dewi, Selasa (14/4/26).
Ia menyebut luka paling serius dialami di bagian tangan akibat gigitan yang cukup dalam. Selain itu, terdapat luka cakaran di bagian kepala dan wajah korban.
Alwi kini telah mendapatkan penanganan medis, termasuk suntikan antirabies guna mencegah risiko infeksi.
Monyet Liar Turun Gunung
Kepala Desa Cimanggu, Rohman Budiman, mengatakan serangan diduga berasal dari monyet liar yang turun dari kawasan hutan ke permukiman warga.
“Dalam tiga minggu terakhir sudah terjadi beberapa kali serangan. Total korban ada empat orang, dan yang terakhir seorang anak kecil sampai harus mendapatkan sekitar 25 jahitan,” ujar Rohman.
Menurutnya, sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah dilaporkan adanya keberadaan monyet liar. Kemunculan hewan tersebut pun membuat warga panik.
Pemerintah desa bersama warga telah berupaya melakukan penanganan, termasuk berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan aparat kepolisian setempat.
Warga yang semakin resah kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan monyet tersebut. Dengan bantuan anjing pemburu, hewan itu berhasil dilumpuhkan.
“Warga khawatir akan ada korban berikutnya, terutama anak-anak. Karena itu, warga berinisiatif memburu dan akhirnya monyet tersebut bisa dilumpuhkan,” kata Rohman.
Meski demikian, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain sendirian di area terbuka yang dekat dengan kebun atau hutan.
Pemerintah desa juga berencana memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.**
