Peristiwa

Viral! Siswa Cililin Bandung Barat ke Sekolah Naik Rakit

Viral! Siswa Cililin Bandung Barat ke Sekolah Naik Rakit
Viral! Siswa Cililin Bandung Barat ke Sekolah Naik Rakit

PenaKu.ID – Akses penyeberangan siswa di Waduk Saguling, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Perhatian tersebut muncul setelah video yang memperlihatkan sejumlah anak sekolah menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu untuk menuju sekolah beredar luas di media sosial.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dedi Mulyadi telah meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat meninjau langsung lokasi penyeberangan siswa di Desa Budiharja.

Peninjauan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengkaji kemungkinan pembangunan jembatan. Dengan adanya jembatan, siswa diharapkan tidak lagi bergantung pada rakit saat berangkat maupun pulang sekolah.

Dedi Mulyadi Minta Lokasi di Bandung Barat Segera Ditinjau

Dedi Mulyadi menyampaikan rencana tersebut pada Jumat, 28 Agustus 2026. Ia mengatakan tim pekerjaan umum akan segera mendatangi lokasi untuk melihat kondisi penyeberangan dan menentukan solusi yang paling memungkinkan.

“Saya melihat ada tayangan yang menceritakan anak-anak sekolah menyeberangi sungai di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hari besok tim PU akan segera ke lokasi untuk melihat potensi pembuatan jembatan yang ada di sana,” ujar Dedi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (30/8/2026).

Dedi menjelaskan, bentuk jembatan yang nantinya dipilih masih perlu disesuaikan dengan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.

Opsi Jembatan Permanen hingga Jembatan Gantung di Bandung Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertimbangkan beberapa alternatif untuk mengatasi persoalan akses penyeberangan tersebut. Pilihannya antara lain jembatan permanen dan jembatan gantung.

“Apa solusinya? Apakah perlu jembatan permanen? Apakah perlu jembatan gantung?” kata Dedi.

Menurut Dedi, keselamatan dan kenyamanan anak-anak sekolah harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan solusi penyeberangan di lokasi tersebut.

“Secara prinsip, yang penting anak-anak sekolah ini bisa pergi ke sekolah dengan nyaman tanpa harus menggunakan rakit,” tegasnya.

Setelah peninjauan lapangan dilakukan, Pemprov Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Bupati Bandung Barat untuk menentukan pihak yang akan menangani pembangunan jembatan tersebut.

“Apakah dikerjakan oleh Pemprov Jabar atau Pemda Kabupaten Bandung Barat. Yang penting anak-anak sekolah bisa bersekolah dengan nyaman tanpa dihantui oleh bencana setiap waktu,” ujar Dedi.

Siswa di Bandung Barat Masih Mengandalkan Rakit Bambu

Sebelum menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, siswa di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, memang masih menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi Waduk Saguling ketika menuju sekolah.

Rakit tersebut tidak menggunakan mesin. Pergerakannya dilakukan secara manual dengan bantuan tali kawat yang membentang dari satu sisi daratan ke sisi lainnya.

Seorang warga memandu perjalanan rakit dengan menarik tali tersebut hingga siswa dapat mencapai sisi seberang perairan.

Kondisi itu terjadi karena belum tersedia jembatan penyeberangan permanen yang dapat menjadi akses bagi warga, termasuk anak-anak sekolah di kawasan tersebut.

Tidak hanya siswa SD dan SMP, warga setempat juga memanfaatkan perahu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Dudung Febrian, warga Kampung Sadang, Desa Budiharja, merupakan salah satu warga yang menggunakan perahu bermesin. Setiap hari, ia mengantar anak bungsunya yang masih duduk di bangku TK menyeberangi Waduk Saguling.

Video Siswa Menyeberang Waduk Viral di Media Sosial

Kondisi siswa yang harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit kemudian menjadi sorotan publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Salah satunya diunggah melalui akun Instagram @official_desabudiharja.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah siswa menaiki rakit bambu untuk menyeberangi perairan Waduk Saguling saat hendak mengakses sekolah.

Situasi tersebut menunjukkan keterbatasan akses transportasi bagi warga Desa Budiharja. Pada saat yang sama, kondisi itu juga memunculkan perhatian terhadap keselamatan siswa yang setiap hari harus menyeberangi perairan menggunakan rakit.

Kini, setelah mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akses penyeberangan siswa di Waduk Saguling tengah dikaji. Pemerintah akan menentukan solusi pembangunan jembatan yang dinilai aman dan nyaman bagi pelajar sekaligus masyarakat setempat.**

Exit mobile version