Viking Sambut Lanjutan Kompetisi Liga Indonesia Meski Jarak Jauh

Viking

PenaKu.ID – Sempat ditangguhkan akibat dari pandemi Covid-19, kini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia wacanakan bakal menggulikan kembali kompetisi Liga Indonesia.

Tentunya alasan dan syarat utama dengan penerapan protokol kesehatan menjadi hal terpenting dalam pelaksanaan lanjutan kompetisi ini.

Salah satunya menggelar pertandingan tanpa dihadiri oleh suporter sesuai aturan protokol kesehatan Covid-19.

Dilansir dari Siberindo, Induk organisasi sepak bola Tanah Air itu pun tengah menyiapkan protokol kesehatan untuk dipakai dalam lanjutan kompetisi yang rencananya kembali bergulir pada 1 Oktober. 

Ketua Viking Persib Club (VPC), Herru Joko mengatakan, bobotoh bisa memahami aturan itu lantaran pandemi Covid-19 masih mendera Tanah Air. Terlebih, status penyebaran virus corona masih fluktuatif sejak kasus pertama di Indonesia.

“Sebenarnya kita punya aparat, punya panpel, terus kita punya kejelasan di jaringan vikingnya juga. Sebenarnya protokol itu bisa dengan protokol ketat dan kerja sama ketat buat kepentingan bersama bisa,” kata Herru melalui sambungan telepon, Minggu (29/7/2020) seperti dikutip siberindo.co.

Herru juga menyampaikan komunitas suporter setia Persib Bandung bersedia bekerja sama dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Hal ini demi memastikan lanjutan Liga 1 2020 bisa bergulir dengan lancar.

“Sebenarnya dengan kerja sama semua pihak harus bisa karena kita bukan bangsa yang gampang menyerah kita bangsa yang optimis,” katanya.

Oleh karenanya, Herru berharap PSSI bisa segera menerbitkan regulasi yang sesuai untuk melanjutan kompetisi. Menurut Herru, meski pertandingan harus digelar tanpa kehadiran suporter. Namun langkah itu menjadi salah satu cara terbaik untuk mengedukasi para suporter sepak bola di tengah pandemi ini. 

Dia juga menilai, kebijakan ini diambil demi menghindari penyebaran virus selama lanjutan Liga 1. Andai pandemi telah teratasi, Herru meyakini, PSSI akan menggulirkan kembali kompetisi dengan kondisi normal.

“Harusnya dipikirkan karena menonton langsung dan tidak kan beda, tapi keadaan begini juga memahami. Jadi yang pasti saya berharap PSSI bikin regulasi yang ketat bahwa sepak bola bisa di tonton semua orang, semua aman, dan sehat,” ujarnya


(Rijal/siberindo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.