PenaKu ID – Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, H. Muhammad Sayyid Agil menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dirjen Tawas, Badan Gizi Nasional (BGN), beberapa waktu lalu.
Evaluasi tersebut dipandang sebagai masukan konstruktif bagi pengembangan standar operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang dikelola yayasan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas koreksi membangun dari Dirjen Tawas. Bagi kami, ini adalah momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kepentingan masyarakat,” ujar Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, H. Muhammad Sayyid Agil dalam pernyataan resminya kepada PenaKu ID, Rabu (11/3/2026).
Komitmen Perbaikan Fasilitas dan Relokasi
Menanggapi arahan terkait infrastruktur lanjut Agil, pihak yayasan menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah rencana relokasi bangunan operasional dalam kurun waktu tiga hingga lima bulan ke depan.
“Kami sedang mengupayakan lokasi baru yang jauh lebih representatif dan sepenuhnya selaras dengan standar yang ditetapkan oleh BGN. Kami berkomitmen penuh menjalankan arahan tersebut,” ucapnya.
Klarifikasi Standar Operasional dan Higienitas
Terkait temuan di lapangan, pihak yayasan menjelaskan bahwa selama ini operasional dapur berjalan di bawah pengawasan ketat, baik oleh pengawas tingkat Kota Sukabumi maupun dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan. Secara administratif, fasilitas tersebut telah mengantongi berbagai sertifikasi standar internasional dan nasional, termasuk SLHS, ISO, HACCP, hingga Sertifikat Halal.
Selain itu tambah dia, mengenai kondisi kebersihan saat sidak berlangsung, Ketua Yayasan memberikan penjelasan yang objektif.
“Temuan tersebut terjadi saat proses produksi sedang berada pada puncaknya. Secara prosedur, pembersihan menyeluruh dilakukan segera setelah siklus produksi selesai. Namun, kami mengakui adanya faktor kelalaian koordinasi di tingkat pengawas internal karena mobilitas di lapangan. Hal ini menjadi catatan serius bagi kami untuk melakukan evaluasi manajemen internal.” ungkapnya.
Langkah Cepat Tanggapi Instruksi
Sebagai bentuk tanggung jawab instan, tambah Agil, yayasan telah menyelesaikan sejumlah perbaikan teknis sesuai instruksi dari Bapak Doni (Dirjen Tawas), mulai dari penutupan akses pintu gudang hingga peningkatan sistem sirkulasi udara (exhaust system) di ruang memasak.
“Seluruh poin evaluasi sudah kami tindak lanjuti sesuai dengan SOP. Kami berharap langkah-langkah perbaikan ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara melalui layanan gizi yang optimal,” cetusnya.
***
