PenaKu.ID – Setelah menyantap sahur di bulan Ramadan, rasa kantuk sering kali menyerang dengan hebat akibat perubahan pola tidur.
Banyak orang memilih untuk langsung kembali ke tempat tidur demi mengumpulkan energi sebelum memulai aktivitas pagi.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat berbagai pertimbangan medis yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh.
Dampak Medis Tidur Setelah Sahur
Secara fisiologis, tidur langsung setelah makan berat seperti sahur dapat mengganggu proses pencernaan. Posisi berbaring memudahkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan, yang dikenal dengan istilah GERD.
Hal ini tidak hanya menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), tetapi juga bisa membuat bangun tidur terasa tidak segar.
Tubuh membutuhkan waktu setidaknya dua jam untuk mengolah makanan sebelum berada dalam posisi tidur yang stabil.
Tips Mengelola Energi Tanpa Harus Langsung Tidur Setelah Sahur
Untuk menghindari risiko kesehatan, sebaiknya isi waktu setelah sahur dengan aktivitas ringan seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, atau sekadar melakukan peregangan kecil.
Jika memang sangat mengantuk, usahakan tidur dengan posisi bantal yang lebih tinggi untuk mencegah refluks asam.
Mengatur jam tidur di malam hari agar lebih awal adalah kunci utama agar kebutuhan istirahat terpenuhi tanpa harus mengandalkan tidur setelah sahur yang berisiko bagi lambung.**
