Peristiwa

Terungkap! Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korsel

×

Terungkap! Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korsel

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korsel
Terungkap! Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korsel. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Fakta baru terkait insiden tabrakan dua jet tempur Korea Selatan akhirnya terungkap ke publik. Hasil audit resmi pemerintah menyimpulkan kecelakaan di udara tersebut dipicu kelalaian pilot yang mengambil gambar saat penerbangan formasi.

Melansir Ap News menyebutkan bahwa, peristiwa ini terjadi pada 24 Desember 2021 dan melibatkan dua jet tempur F-15K Slam Eagle milik Angkatan Udara Korea Selatan di wilayah udara dekat Daegu. Namun, penyebab rinci insiden jet tempur tersebut baru dipublikasikan pada April 2026 setelah laporan investigasi dari Badan Audit dan Inspeksi Korea rampung.

Dalam laporan itu disebutkan, salah satu pilot jet tempur yang tengah menjalani penerbangan terakhir berusaha mengabadikan momen menggunakan ponsel pribadi di dalam kokpit. Pilot pada pesawat lain juga dilaporkan turut merekam video selama penerbangan.

Upaya mendapatkan sudut gambar yang lebih baik mendorong salah satu jet melakukan manuver tambahan di luar prosedur standar. Akibatnya, jarak antar pesawat menyempit drastis hingga akhirnya terjadi kontak fisik di udara.

Benturan terjadi ketika bagian sayap salah satu jet menyentuh ekor pesawat lainnya. Kedua pilot sempat mencoba menghindari tabrakan dengan manuver berlawanan arah, namun jarak yang terlalu dekat membuat benturan tidak terelakkan.

Jet Tempur Berhasil Kembali ke Pangkalan dengan Selamat

Dampak dari insiden tersebut menyebabkan satu jet mengalami kerusakan pada bagian sayap, sementara pesawat lainnya mengalami gangguan pada ekor.

Meski demikian, kedua pesawat berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar 880 juta won.

Pilot yang dinilai paling bertanggung jawab sempat dibebani biaya kerusakan. Namun, jumlah tersebut kemudian dikurangi setelah melalui proses banding. Saat ini, pilot tersebut diketahui tidak lagi bertugas di militer dan telah beralih ke sektor penerbangan sipil.

Menanggapi insiden ini, Angkatan Udara Korea Selatan menyatakan akan memperketat aturan keselamatan, terutama terkait penggunaan perangkat pribadi selama penerbangan.

Selain itu, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap disiplin operasional pilot dan sistem pengawasan di lingkungan militer.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa faktor manusia tetap menjadi risiko utama dalam dunia penerbangan, termasuk dalam operasi militer berteknologi tinggi. Di balik kecanggihan sistem pesawat tempur, kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada insiden serius.** (tds)