PenaKu.ID – Dunia sempat bernapas lega saat Presiden AS Donald Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai “hari yang gemilang bagi dunia.”
Namun, euforia ini dibayangi oleh ketegangan diplomasi yang masih membara. Trump menegaskan bahwa meski jalur perdagangan dibuka, blokade pelabuhan Iran tetap berlaku penuh hingga kesepakatan damai tuntas 100%.
Gertakan Balik dari Parlemen Iran Untuk Donald Trump
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, langsung menepis optimisme sepihak Gedung Putih. Melalui unggahan di media sosial X, ia memperingatkan bahwa Selat Hormuz tidak akan selamanya terbuka jika AS bersikeras melanjutkan blokade ekonomi.
Ghalibaf secara tegas mengisyaratkan bahwa stabilitas jalur maritim tersebut sangat bergantung pada itukad baik Washington dalam mencabut tekanan pelabuhan.
Simpang Siur Isu Uranium dan Negosiasi Donald Trump
Ketegangan semakin meruncing setelah Iran membantah klaim Trump mengenai penyerahan stok uranium yang diperkaya ke Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa isu tersebut tidak pernah dibahas dalam meja perundingan.
Dengan tenggat waktu negosiasi yang berakhir pada Rabu depan, posisi gencatan senjata saat ini berada di ujung tanduk jika kesepakatan jangka panjang gagal dicapai.**
