Internasional

Drama Visa PBB, AS Kena Protes Rusia dan Iran

Drama Visa PBB, AS Kena Protes Rusia dan Iran
Ilustrasi sidang PBB (foto: istimewa)

PenaKu.ID – Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah dituduh menghambat kehadiran diplomat Rusia dan Iran dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum lama ini.

Rusia menuding Washington menolak memberikan visa kepada Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov yang dijadwalkan menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB pekan ini. Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Tuduhan itu disampaikan langsung Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. Ia menilai langkah pemerintah AS melanggar kewajiban sebagai negara tuan rumah markas besar PBB.

Menurut Nebenzia, Amerika Serikat seharusnya memberikan akses kepada seluruh pejabat negara anggota untuk menghadiri agenda resmi PBB sesuai Headquarters Agreement. Ia juga menyebut tindakan Washington sebagai bentuk “ketidakhormatan” terhadap kepemimpinan China di Dewan Keamanan.

Sidang Dewan Keamanan itu membahas pemeliharaan Piagam PBB serta penguatan multilateralisme di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan dunia tengah menghadapi tingkat konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Keluhan serupa juga datang dari Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dilaporkan batal menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB akibat persoalan visa dari pemerintah AS.

Media pemerintah Iran menyebut pembatalan itu berkaitan dengan “situasi umum dan prosedur visa Amerika Serikat”.

AS Bantah Pelarangan Visa bagi Diplomat

Namun, Departemen Luar Negeri AS membantah telah melarang Araqchi masuk ke wilayah Amerika Serikat. Seorang pejabat AS menegaskan Washington tetap mematuhi kewajiban berdasarkan perjanjian markas besar PBB.

Pemerintah AS juga menyatakan keputusan delegasi Iran untuk tidak melakukan perjalanan merupakan urusan internal Teheran.

Laporan Al Jazeera menyebut polemik visa terhadap diplomat Iran bukan pertama kali terjadi. Pada Sidang Umum PBB tahun 2025, pemerintah AS juga sempat membatasi pergerakan delegasi Iran di New York.

Sebelumnya, pada 2019, visa mantan Presiden Iran Hassan Rouhani juga pernah tertunda sebelum akhirnya disetujui pemerintah Amerika Serikat.

Perseteruan diplomatik terbaru ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Washington dengan Moskow dan Teheran, terutama terkait perang Ukraina serta konflik Timur Tengah.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia dan China juga berulang kali membela Iran di forum Dewan Keamanan PBB, termasuk saat menolak rancangan resolusi yang dinilai merugikan Teheran.

Ketegangan tersebut kembali memunculkan perdebatan lama soal netralitas Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah markas besar PBB.

Sejumlah diplomat PBB menilai pembatasan visa terhadap delegasi negara anggota berpotensi mengganggu prinsip multilateralisme serta fungsi diplomasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.** (tds)

Exit mobile version