PenaKu.ID – Bagi masyarakat Indonesia, makan tanpa sambal rasanya kurang lengkap. Rasa pedas yang berasal dari senyawa capsaicin memang mampu meningkatkan nafsu makan dan memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat perasaan menjadi lebih bahagia atau rileks setelah makan.
Namun, di balik sensasi “nendang” tersebut, ada batasan yang harus diperhatikan.
Pedas Pelepasan Endorfin dan Metabolisme Tubuh
Capsaicin tidak hanya memberikan rasa panas, tetapi juga membantu mempercepat metabolisme tubuh dalam jangka pendek. Hal ini sering dikaitkan dengan pembakaran kalori yang lebih cepat.
Meski begitu, efek stimulan ini bisa menjadi bumerang bagi mereka yang memiliki pencernaan sensitif atau riwayat penyakit lambung yang akut.
Risiko untuk Lambung dan Gangguan Pencernaan
Konsumsi makanan pedas yang berlebihan dapat memicu iritasi pada dinding lambung dan memperparah gejala GERD. Selain itu, efek laksatif sering kali menyebabkan gangguan usus seperti diare.
Kuncinya adalah moderasi; nikmati sensasinya tanpa mengorbankan kenyamanan sistem pencernaan Anda sendiri.**
