PenaKu.ID – Dalam ilmu forensik, tubuh manusia yang telah tiada tetap memberikan data penting.
Salah satunya melalui fenomena algor mortis, yakni penurunan suhu tubuh secara bertahap hingga mencapai suhu lingkungan sekitar setelah seseorang meninggal dunia.
Peran Algor Mortis dalam Investigasi Forensik
Proses ini menjadi indikator krusial bagi ahli medis untuk memperkirakan waktu kematian secara akurat.
Penurunan suhu tubuh berlangsung seiring dengan perubahan fisik lainnya, memberikan garis waktu yang membantu penyelidik menyusun kronologi kejadian secara lebih ilmiah.
Proses ini tidak terjadi sendirian. Fenomena ini muncul bersamaan dengan rigor mortis (kekakuan otot) serta livor mortis (lebam mayat akibat penghentian aliran darah).
Kombinasi ketiga tanda ini menjadi standar utama dalam menentukan estimasi jam kematian dalam prosedur autopsi.**
