PenaKu.ID – Menjalani kehidupan bersama pasangan tidak selamanya mulus. Gesekan kecil sering kali memicu ledakan emosi yang jika tidak dikelola, bisa merusak fondasi hubungan.
Menahan amarah bukan berarti memendam, melainkan memilih cara bereaksi yang lebih bijak.
Pentingnya Jeda Amarah
Saat emosi memuncak, otak cenderung beralih ke mode bertahan atau menyerang.
Mengambil napas dalam dan memberikan jeda selama 10 detik sebelum merespons dapat mencegah keluarnya kata-kata yang menyakitkan. Jeda ini memberi kesempatan bagi logika untuk kembali bekerja.
Komunikasi Asertif sebagai Solusi
Alih-alih menyalahkan pasangan dengan kata “Kamu selalu…”, cobalah menggunakan kalimat yang berfokus pada perasaan Anda sendiri, seperti “Aku merasa sedih ketika…”.
Teknik ini menurunkan pertahanan pasangan dan membuka ruang diskusi yang lebih sehat tanpa tensi tinggi.**
