PenaKu.ID – Situasi di Selat Hormuz mencapai titik didih setelah Iran secara terang-terangan menolak untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Kepala negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut “tidak mungkin” dilakukan. Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel telah melakukan pelanggaran berat terhadap ketentuan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Aksi Penyitaan Kapal Kargo oleh Teheran di Selat Hormuz
Ketegangan ini bukan sekadar gertakan politik. Iran dilaporkan telah menyerang tiga kapal kargo yang mencoba melintasi Selat Hormuz dan mengklaim telah menyita dua di antaranya.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa blokade AS dan pelanggaran komitmen dari pihak Barat adalah hambatan utama dalam meja perundingan. Hal ini menciptakan kebuntuan atau stalemate yang mengancam stabilitas ekonomi energi global.
Dialog Lebanon dan Israel di Tengah Konflik Selat Hormuz
Di sisi lain, secercah harapan muncul dari arah Lebanon. Presiden Joseph Aoun mengonfirmasi bahwa komunikasi sedang diupayakan untuk memperpanjang tenggat waktu gencatan senjata.
Lebanon dan Israel dijadwalkan mengadakan putaran pembicaraan kedua pada hari Kamis ini. Meskipun tensi dengan Iran meningkat, upaya diplomasi di perbatasan Lebanon tetap berjalan sebagai upaya mencegah perang regional yang lebih luas.**
