Ragam

Sebanyak 33 Warga Purwakarta Minta Dipulangkan dari Perkebunan Tebu di OKI

×

Sebanyak 33 Warga Purwakarta Minta Dipulangkan dari Perkebunan Tebu di OKI

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 33 Warga Purwakarta Minta Dipulangkan dari Perkebunan Tebu di OKI
Sebanyak 33 Warga Purwakarta Minta Dipulangkan dari Perkebunan Tebu di OKI

PenaKu.ID – Sebanyak 33 warga Purwakarta Jawa Barat yang bekerja sebagai penebang tebu di kawasan perkebunan di Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluhkan kondisi kerja yang mereka alami. Para pekerja tersebut berharap adanya perhatian dari Dinas Sosial serta Bupati Purwakarta untuk membantu memulangkan mereka ke kampung halaman.

Keluhan utama para pekerja warga Purwakarta adalah minimnya penghasilan yang mereka terima selama bekerja sebagai penebang tebu. Menurut pengakuan sejumlah pekerja, pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Warga Purwakarta mengaku tidak mampu menyisihkan uang untuk dikirimkan kepada keluarga di kampung.

“Kami ke sini berharap bisa memperbaiki ekonomi keluarga, tapi kenyataannya hanya cukup untuk makan. Tidak ada yang bisa dibawa pulang,” ujar salah satu pekerja, Senin (4/5/2026).

Situasi tersebut semakin memberatkan karena sebagian besar dari mereka meninggalkan keluarga dengan harapan mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Namun, realitas di lapangan jauh dari ekspektasi.

Pihak perusahaan disebut memberikan keleluasaan bagi para pekerja yang ingin pulang. Namun, terdapat sejumlah syarat yang dinilai memberatkan. Para pekerja diwajibkan melunasi sejumlah biaya kepada perusahaan sebelum diperbolehkan kembali ke daerah asal. Rinciannya meliputi penggantian uang cashbon sebesar Rp1 juta, biaya penggantian ongkos sebesar Rp500 ribu, serta biaya alat kerja sebesar Rp250 ribu.

Warga Purwakarta Kesulitan Penuhi Syarat

Dengan total beban mencapai Rp1,75 juta, para pekerja mengaku kesulitan untuk memenuhi persyaratan tersebut, mengingat kondisi keuangan mereka yang terbatas.

“Kami ingin pulang, tapi harus bayar dulu. Sementara untuk makan saja pas-pasan,” ungkap pekerja lainnya.

Para pekerja kini berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dapat turun tangan memberikan solusi, baik melalui fasilitasi pemulangan maupun mediasi dengan pihak perusahaan.

Berikut 33 Warga Purwakarta Asal Maracang, Darangdan dan lainnya:

1. Amin
2. Karya
3. Wuwun
4. Andri
5. Iwan
6. Sandi
7. Ali
8. Yadi
9. Salam
10. Aji
11. Dede Erwin
12. Jamal
13. Nandika
14. Jihan Akbar
15. Indoh Sugara
16. Sukarman
17. Rehan
18. Acep Fahrul
19. Nana.s
20. Utini
21. Dedi
22. Sutisna
23. Mustofa
24. Harman
25. Usman
26. Opin
27. Cecep
28. Ibnu.r
29. Agus
30. Aripudin
31. Riki
32. Arianto
33. Saepuloh

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait kondisi yang dialami para pekerja tersebut. ***