PenaKu.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (27/7/2026) hingga menjelang siang. Mata uang Garuda diperdagangkan di kisaran Rp17.995 hingga Rp18.005 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam perdagangan pasar spot, dolar AS bahkan sempat menyentuh kembali level psikologis Rp18.000.
Pergerakan tersebut mencerminkan masih kuatnya posisi dolar AS di pasar global. Pelemahan rupiah juga terjadi seiring melemahnya mayoritas mata uang di kawasan Asia akibat meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar AS.
Kurs Perbankan Nasional Masih Bervariasi
Berdasarkan data yang dihimpun, kurs spot USD/IDR bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, nilai tukar yang ditawarkan perbankan nasional menunjukkan perbedaan sesuai kebijakan masing-masing bank.
Maybank Indonesia mencatat kurs jual dolar AS sekitar Rp18.002 dengan kurs beli Rp17.986. Sementara itu, Bank Mandiri menetapkan kurs jual sekitar Rp17.995 dan kurs beli Rp17.965.
Perbedaan kurs tersebut merupakan kondisi yang lazim karena setiap bank menggunakan acuan yang berbeda, mulai dari kurs spot, kurs transaksi, hingga e-rate yang diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan pasar.
Faktor Eksternal Masih Membebani Rupiah
Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Salah satunya ialah penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ekspektasi terhadap langkah bank sentral AS dinilai masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga
Di dalam negeri, Bank Indonesia sebelumnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Kebijakan tersebut diiringi berbagai langkah guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Analis Prediksi Rupiah Masih Bergerak Terbatas
Sejumlah analis memperkirakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek masih bergerak pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Pergerakan selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat, dinamika pasar keuangan global, serta respons kebijakan moneter Bank Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha dan investor diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari mendatang.** (tds)
