PenaKu.ID – Di tengah situasi keamanan yang fluktuatif di Iran, laporan mengenai keterlibatan remaja di bawah usia 18 tahun dalam operasi milisi Basij mulai bermunculan.
Basij, yang merupakan organisasi sukarelawan di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dilaporkan memperketat pengawasan di titik-titik strategis Kota Teheran, Karaj, hingga Rasht.
Pengerjaan Pos Pemeriksaan oleh Anak Muda Teheran
Beberapa saksi mata melaporkan melihat remaja bersenjata yang bertugas di pos pemeriksaan setelah adanya serangan udara pada 9 Maret 2026.
Meskipun terjadi pemadaman internet yang diberlakukan pemerintah, informasi mengenai rekrutmen ini tetap menyebar. Kelompok milisi ini sering kali dikerahkan untuk menjaga ketertiban kota dan menekan perbedaan pendapat di jalanan, terutama saat situasi darurat nasional meningkat.
Kontroversi Penggunaan Relawan Muda Teheran
Keterlibatan anak muda di zona konflik atau penjagaan keamanan memicu kekhawatiran dari organisasi hak asasi manusia.
Para remaja ini ditempatkan di alun-alun kota dan masjid-masjid yang berafiliasi dengan Basij untuk menjalani tugas patroli. Langkah ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai upaya memperkuat basis massa pendukung pemerintah di tengah meningkatnya ketegangan eksternal maupun internal di wilayah tersebut.**
