PenaPeristiwa

Pria Gantung Diri Lantaran Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh

Pria Gantung Diri Lantaran Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh

PenaKu.IDPria gantung diri berinisial D (66) warga Kampung Sasak Munding, RT 02/02, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (08/7/21).

Pria gantung diri tersebut ditemukan di kediamannya sekira pukul 16.00 WIB dan sudah tak bernyawa. Diduga korban sudah putus asa akan penyakit yang dideritanya hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Informasi yang dapat dihimpun, 4 bulan yang lalu korban pernah jatuh dari pohon rambutan, hingga kaki kanan dan tangannya mengalami patah tulang hingga tak bisa berjalan. Upaya pengobatan terus dilakukan pihak keluarganya namun hingga kini tak kunjung sembuh.

Pria Gantung Diri Ditemukan Istri

Entah setan gundul dari mana yang merasuk tubuh korban hingga nekat gantung diri di tengah rumah miliknya. Gantung diri yang dilakukan korban dengan mengikatkan tali yang terbuat dari kain melingkar lehernya dan bagian atasnya diikatkan ke atas daun pintu masuk dari dapur menuju tengat rumah.

Jasad Korban pertama ditemukan oleh istrinya sendiri Tami (58). Seketika Tami menjerit sambil minta tolong pada tetangganya dan tak lama kemudian tetangga yang dekat berdatangan termasuk Ketua RW dan ketua RT setempat.

“Selang beberapa menit datang binmas, binsa yang disertai anggota kepolisian dan ahli medis dari Puskesmas Ciranjang guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Dedi (45) Ketua RW 02 Warga Kampung Sasak Munding.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Aji Cahya, S. Ip membenarkan bahwa korban warga Desa Gunungsari.

“Tadi siang ditemukan meninggal dunia pria gantung diri. Menurut informasi dari warga sekitar, itu diduga akibat depresi karena penyakit patah tulangnya tak kunjung sembuh,” ujar Kades.

Sebelumnya, kata kades, korban sempat beberapa kali ingin melakukan percobaan bunuh diri dengan menyatakan benda tajam kepergelangan tangannya, namum sempat diketahui pihak keluarganya.

“Jasad korban setelah diperiksa ahli medis dari Puskesmas Ciranjang dinyatakan murni bunuh diri, karena keluar sperma, anusnya keluar dan lidahnya menjulur,” terang Kades.

Dengan adanya itu, pihak keluarga tidak mau dilakukan autosi, melainkan cukup diperiksa di sini. “Setelah dibuatkan pernyataan dan itu merupakan takdir Illahi maka jasad korban dimakamkan di tempat pemakaman umum milik warga setempat yang lokasinya tak jauh dari rumah duka,” pungkas Aji.

(a_sam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button