PenaKu.ID – Pasar modal Indonesia saat ini sedang dalam tekanan berat. Berdasarkan data Refinitiv per 19 Mei 2026, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi hingga 2.351 poin atau 26,88% ke level 6.396.
Kondisi ini diperburuk oleh depresiasi rupiah terhadap dolar AS sebesar 6,36% ke level Rp17.640. Situasi ini bukan hanya menggerus nilai investasi, tetapi juga mengancam keberlangsungan polis asuransi unitlink Anda.
Mengapa Pasar Modal Bisa Tertekan?
Banyak nasabah abai bahwa polis unitlink bisa lapse atau batal otomatis meskipun premi rutin dibayar. Dalam struktur unitlink, premi dibagi menjadi biaya proteksi dan alokasi investasi. Saat market bullish, return investasi menutupi kenaikan biaya asuransi (cost of insurance/COI).
Namun, dalam kondisi bearish yang berkepanjangan, saldo investasi dapat habis terkuras untuk menalangi COI yang terus meningkat seiring usia. Jika saldo habis, seluruh manfaat proteksi akan hangus seketika.
Strategi Menyelamatkan Uang di Pasar Modal yang Tertekan
Anda dituntut aktif memantau kondisi polis agar tetap sustain. Jika nilai tunai mulai tergerus, ada dua langkah mitigasi yang bisa diambil. Pertama, lakukan switching fund untuk mengurangi volatilitas; misalnya, mengubah komposisi dari 100% saham menjadi kombinasi obligasi dan pasar uang.
Kedua, lakukan top up dana saat harga unit sedang murah. Strategi ini memungkinkan Anda membeli unit lebih banyak, sehingga saat pasar rebound, hasil recovery investasi akan lebih optimal. Jangan biarkan gengsi atau ketidaktahuan membuat perlindungan jiwa Anda hilang akibat nilai tunai yang habis.**









