PenaKu.ID – Merayakan hari kemenangan tidak hanya soal pakaian baru, tetapi juga kesucian lahir dan batin. Mandi sunnah Idulfitri menjadi amalan pembuka yang sangat dianjurkan (sunnah) sebelum melaksanakan salat Id.
Mengapa hal ini penting? Tujuannya adalah agar setiap muslim berada dalam kondisi paling bersih dan segar saat berkumpul di lapangan atau masjid untuk beribadah.
Waktu Terbaik dan Landasan Niat Mandi Wajib Idulfitri
Berdasarkan ketentuan syariat, waktu pelaksanaan mandi ini paling utama dilakukan pada pagi hari (subuh) saat fajar menyingsing hingga sebelum keberangkatan salat Id.
Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa aktivitas ini sudah diperbolehkan sejak tengah malam menjelang hari raya. Kapan pun Anda memilih waktunya, hal terpenting adalah melafalkan niat saat air pertama kali menyentuh permukaan kulit.
Berikut adalah lafadz niatnya:
Latin: Nawaitu ghusla ‘Idil Fitrī sunnatan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Urutan Tata Cara Sesuai Sunnah dan Niat Mandi Wajib Idulfitri
Agar ibadah Anda sempurna dan bernilai pahala, ada urutan praktis yang bisa diikuti. Pertama, mulailah dengan mencuci kedua tangan dan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh.
Kedua, lakukanlah wudhu secara sempurna sebagaimana Anda hendak melaksanakan salat.
Langkah terakhir adalah mengguyur air ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga kaki secara merata. Sangat disunnahkan untuk mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan sebelum kiri.
Dengan melakukan prosesi ini secara tertib, Anda tidak hanya membersihkan fisik secara mekanis, tetapi juga menyucikan diri secara spiritual untuk menyambut hari raya kemenangan dengan hati yang fitrah.
Pastikan seluruh lipatan tubuh terkena air agar kesuciannya merata dan sah sesuai tuntunan agama.**
