Peristiwa

Nasib Kakek Ayi di Cianjur, Tinggal di Kandang Bersama Domba

Nasib Kakek Ayi di Cianjur, Tinggal di Kandang Bersama Domba
Nasib Kakek Ayi di Cianjur, Tinggal di Kandang Bersama Domba

PenaKu.ID – Kisah pilu dialami Ayi (64), warga Kampung Citapen, RT 002/004, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selama kurang lebih tiga tahun, Ayi terpaksa tidur di kandang bersama domba-domba peliharaannya karena tidak memiliki rumah layak huni.

Saat ini, Kakek Ayi tinggal bersama delapan ekor domba yang dipeliharanya. Kondisi tersebut dijalani setelah ia bercerai dengan istrinya, sementara anak-anaknya tinggal bersama mantan istrinya.

Tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan tetap membuat Ayi menerima kesempatan untuk mengurus domba milik orang lain. Ia kemudian diberi delapan ekor domba secara bertahap dan dibuatkan kandang untuk merawat hewan-hewan tersebut.

Namun, karena tidak memiliki tempat tinggal lain, Ayi akhirnya menjadikan salah satu ruangan kosong di kandang domba sebagai tempat beristirahat hingga sekarang.

Kakek Ayi Tiga Kali Menikah dan Memiliki Tiga Anak

Kepada awak media, Kakek Ayi menceritakan bahwa dirinya sudah tiga kali berumah tangga. Dari setiap pernikahan, ia masing-masing dikaruniai seorang anak.

Dengan demikian, Ayi memiliki tiga anak dari tiga pernikahan. Namun, seluruh anaknya saat ini diasuh oleh mantan istrinya.

Kondisi tersebut membuat Ayi menjalani kehidupan seorang diri. Di tengah keterbatasan ekonomi dan tidak adanya rumah untuk ditinggali, ia memilih bertahan hidup dengan mengurus domba.

Berawal dari Empat Ekor Domba

Kakek Ayi mengatakan, kesempatan untuk memelihara domba datang ketika dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan tempat tinggal.

Ia kemudian diminta mengurus domba milik orang lain. Tidak lama berselang, sebuah kandang dibangun dan empat ekor domba dikirim kepadanya untuk dipelihara.

Seiring waktu, jumlah domba yang dirawat Ayi bertambah hingga mencapai delapan ekor.

Sejak saat itu, Ayi tinggal di sekitar kandang dan tidur bersama domba-domba yang dipeliharanya.

Warga Berusaha Membantu Membangun Gubuk untuk Kakek Ayi

Kondisi Ayi yang tinggal seorang diri di kandang domba ternyata mendapat perhatian dari warga sekitar. Sejumlah warga kemudian menunjukkan kepedulian dengan membantu membuatkan sebuah gubuk yang lokasinya tidak jauh dari kandang.

Namun, pembangunan gubuk tersebut hingga kini belum selesai karena terkendala biaya. Akibatnya, Ayi masih tetap menggunakan kandang domba sebagai tempat tidur.

Bagi Ayi, kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari. Ia mengaku terbiasa menghadapi udara dingin dan banyaknya nyamuk selama tinggal di kandang.

“Kedinginan, banyak nyamuk, dan mau domba itu sudah biasa. Bukan menjadi alasan untuk tidak berjuang mempertahankan hidup. Yang penting bisa tidur nyenyak saja,” ujar Ayi.

Kakek Ayi Bersyukur Masih Bisa Makan Setiap Hari

Ayi mengungkapkan, keinginan untuk memiliki rumah layak huni tentu ada. Menurutnya, memiliki rumah merupakan keinginan manusiawi yang tentunya diharapkan setiap orang.

Namun, keterbatasan kondisi membuatnya tidak banyak berharap untuk dapat memiliki rumah seperti yang pernah ditempatinya dahulu.

Ia justru bersyukur masih dapat memenuhi kebutuhan makan setiap hari. Ayi juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua RT, Ketua RW, serta masyarakat setempat yang selama ini memberikan perhatian dan bantuan.

Bantuan yang diterimanya antara lain berupa makanan dan bahan kayu yang digunakan untuk melanjutkan pembangunan saung.

“Mau memiliki rumah yang layak seperti orang lain, namun apa daya. Tidak mungkin aku akan memiliki rumah seperti dulu. Sekarang sudah beruntung masih bisa makan tiap hari juga,” ucapnya.

Warga Sudah Ajukan Bantuan kepada Pemerintah

Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Citapen, Gus Diky, mengatakan kondisi Ayi yang hidup seorang diri di kandang domba sudah berlangsung cukup lama, yakni kurang lebih tiga tahun.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama warga setempat telah beberapa kali mengajukan bantuan kepada pemerintah, mulai dari Pemerintah Desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Pengajuan tersebut dilakukan agar Ayi dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan tidak selamanya harus hidup bersama hewan peliharaannya di dalam kandang.

Berharap Mendapat Bantuan Rutilahu

Gus Diky berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi Ayi.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar Ayi dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan tidak terus-menerus tinggal di kandang bersama domba peliharaannya.

“Diharapkan kepada Pemkab Cianjur dan Pemerintah Provinsi, mohon bantuan rutilahu untuk Kakek Ayi. Jangan sampai selama-lamanya diam bersama domba peliharaannya,” pungkasnya.**

Exit mobile version