oleh

Miris ! Dampak Corona Pedagang Kecil Gigit Jari

Ilustrasi foto: direktori ukm

PenaKu.ID – Seorang pedagang mainan anak yang biasa mangkal di depan pintu gerbang Sekolah Dasar, mengeluhkan pemberlakuan liburan panjang siswa, sebagai antisipasi penyebaran virus corona covid-19.

Lelaki itu, sebut saja Udin (50), warga Soreang, saat ditemui awak media, di samping Alun-Alun Soreang Kabupaten Bandung, tengah melahap gorengan, menuturkan kesedihannya, kalau penghasilannya hari ini, Rabu (18/3/2020), sangat jauh dari mencukupi kebutuhan dapurnya.

Untuk mengganjal perutnya yang lapar, ia hany mampu membeli Gehu sebanyak 2 buah, sisa uangnya yang sebesar Rp13 ribu, akan diberikan kepada isterinya untuk membeli 1/2 kg beras dan sebagian lagi untuk lauk pauknya.

“Biasanya saya bisa mendapatkan uang perharinya mencapai Rp100 ribu dari berjualan mainan anak. Tapi sejak sekolah meliburkan siswa-siswanya, penghasilan saya jadi turun dratis,” katanya, di Soreang.

Udin mengaku, kalau sementara ini selama liburan sekolah dia dan keluarganya harus banyak bersabar karena penghasilannya sebagai pedagang tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Udin berencana akan mencoba keliling ke kampung-kampung menjajakan barangnya. Dengan harapan dengan berkeliling nanti penghasilannya bisa bertambah.

Nada serupa diperoleh dari Yuli (60), wanita tua pedagang makanan tradisional itu, mengeluhkan juga pendapatannya selama liburan sekolah. Dia mengatakan, untuk makan nanti, terpaksa makan dagangannya sendiri karena uang yang didapatnya dari berjualan hanya kembali modal saja.

Dia kebingungan karena tidak mempunyai keahlian lain. Sedangkan untuk berkeliling jauh, dia menuturkan sudah tak sanggup lagi dikarena sudah uzur.

“Saya tinggal sendiri di rumah. Sementara anak-anak sudah berkeluarga semuanya dan rumah tinggalnya jauh di luar Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dia tak mau merepotkan anak-anaknya, makanya mau berjualan untuk menyambung hidupnya sehari-hari.

( NN )

Komentar

News Feed