PenaKu.ID – Di tengah keberagaman orientasi, istilah aromantis mulai sering terdengar.
Ini bukan tentang masalah psikologis, melainkan sebuah identitas di mana seseorang jarang atau bahkan tidak merasakan ketertarikan romantis terhadap orang lain secara konvensional.
Aromantis Bukan Gangguan Mental atau Trauma
Penting untuk ditegaskan bahwa menjadi seseorang yang memiliki identitas ini adalah bagian normal dari spektrum manusia.
Ini berbeda dengan aseksual; seorang yang memiliki sikap ini tetap bisa menjalin hubungan sosial yang erat tanpa harus melibatkan perasaan romantis yang menggebu-gebu.
Dukungan terbaik adalah dengan menghargai batasan mereka. Jangan memaksakan norma “harus punya pacar” kepada mereka.
Memahami identitas ini membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan mengurangi stigma negatif yang sering kali tidak berdasar.**
