PenaKu.ID – Sosok Hanoman bukan sekadar tokoh fiksi dalam epik Ramayana, melainkan simbol kesetiaan dan kekuatan yang mendarah daging dalam budaya Indonesia.
Di tanah air, penggambaran Sang Kera Putih ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari versi India, terutama dalam seni wayang dan tari tradisional.
Akulturasi Budaya Hanoman
Dalam pewayangan Jawa, Sang Kera Putih ini dikenal sebagai putra Dewi Anjani yang memiliki kesaktian luar biasa.
Masyarakat lokal memberikan sentuhan filosofis pada karakter ini, menjadikannya figur yang bijaksana dan religius, melampaui sekadar prajurit kera yang tangguh.
Simbolisme dalam Kesenian Lokal
Hingga kini, tari Kecak di Bali dan pertunjukan Wayang Orang masih menempatkan Hanoman sebagai magnet utama.
Kehadirannya selalu dinantikan karena melambangkan kemenangan kebajikan melawan angkara murka, menjadikannya legenda yang tak lekang oleh waktu.**
