PenaKu.ID – Republik Islam Pakistan secara mengejutkan berhasil mengambil peran strategis sebagai perantara utama antara Iran dan Amerika Serikat selama beberapa minggu terakhir.
Dengan pendekatan diplomasi yang hati-hati, mereka bertindak sebagai pembawa pesan rahasia di antara kedua negara yang berseteru tersebut, dan pada akhirnya sukses menengahi kesepakatan gencatan senjata sementara berdurasi dua minggu.
Pembicaraan damai tingkat tinggi yang saat ini sedang berlangsung di Islamabad, di mana pemerintah Pakistan bertindak langsung sebagai mediator sekaligus tuan rumah, pada dasarnya merupakan kelanjutan langsung dari gencatan senjata yang bersejarah tersebut.
Upaya Pakistan Tanpa Lelah Mencari Titik Temu
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan secara publik bahwa tujuan utama dari pembicaraan maraton ini adalah “untuk bernegosiasi lebih lanjut demi mencapai kesepakatan konklusif yang dapat menyelesaikan seluruh sengketa yang ada.”
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan diplomasi ini sangatlah terjal. Sebelum gencatan senjata berhasil disepakati, Pakistan dilaporkan telah berupaya merelai proposal rencana perdamaian 15 poin inisiatif dari pihak Amerika Serikat kepada Iran, namun proposal tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Teheran.
Dukungan Strategis Untuk Pakistan dari Pihak Beijing
Menghadapi jalan buntu tersebut, pemerintah Pakistan tidak menyerah dan langsung mengambil inisiatif lanjutan secara cepat. Menteri Luar Negeri mereka, Ishaq Dar, melakukan manuver dengan terbang langsung ke Beijing pada hari Sabtu guna mencari dukungan politik dan strategis dari pemerintah China atas lima poin rencana perdamaian alternatif untuk mengakhiri konflik.
Upaya keras tanpa lelah dari pihak Pakistan ini tampaknya mulai membuahkan hasil positif—setidaknya untuk saat ini. Kerja keras diplomasi tersebut ditandai dengan momen bersejarah ketika Menlu Dar secara resmi menyambut kedatangan delegasi dari Amerika Serikat maupun Iran di Islamabad tepat sebelum pembicaraan damai yang krusial tersebut dimulai.**










