Uncategorized

Lebur Dalam Hangatnya Kertaangsana: Senyum, Keringat, dan Isak Haru Perpisahan KKN Mahasiswa Nusa Putra

×

Lebur Dalam Hangatnya Kertaangsana: Senyum, Keringat, dan Isak Haru Perpisahan KKN Mahasiswa Nusa Putra

Sebarkan artikel ini
IMG 20260907 WA0076
Foto Istimewa: Mahasiswa Universitas Nusa Putra Seusai Melaksanakan Program KKN Mandiri di Desa Kertaangsana, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).

PenaKu.ID – Sore itu di Desa Kertaangsana, tawa riang anak-anak kecil yang biasanya memadati halaman posko perlahan bersanding dengan rasa haru yang mengambang di udara. Sebulan berlalu bagai kedipan mata, namun jejak kebersamaan yang terpatri antara warga, pemerintah desa, dan para mahasiswa KKN Mandiri Universitas Nusa Putra telah bertunas menjadi ikatan kekeluargaan yang begitu mendalam.

Perjalanan pengabdian yang dimulai sejak 3 Agustus 2026 itu resmi memungkas kisahnya pada Sabtu (05/09/2026). Selama satu bulan penuh, 12 mahasiswa yang dipimpin oleh Rafael Ahmad Abduljabbar menyatukan langkah, melebur batas antara akademisi dan masyarakat lokal. Mereka tak sekadar datang membawa teori kampus, tetapi melangkah dengan hati untuk menyapa napas kehidupan warga Kertaangsana.

Awal Agustus lalu, langkah pertama diawali dengan ketukan pintu hangat di kantor desa. Disambut penuh keterbukaan oleh Kepala Desa Kertaangsana, Ence Ruswandi, para mahasiswa langsung membaur tanpa canggung. Kunjungan edukatif ke SD Nagrak sebuah sekolah filial dari SD Buniwangi menjadi pembuka lembaran interaksi yang manis bersama generasi penerus desa.

Tak butuh waktu lama bagi para mahasiswa untuk menyatu dalam irama keseharian warga. Pada minggu kedua, suasana Kampung Haji tampak riuh rendah oleh aksi gotong royong. Bersama Ketua RT 1 dan warga setempat, mahasiswa bahu-membahu meretas solusi lingkungan lewat pembuatan lubang resapan biopori. Di saat yang sama, cerianya anak-anak SD Nagrak pecah saat jemari mungil mereka diajak berkreasi memadukan warna dan dedaunan lewat pelatihan eco print.

Kehangatan itu terus menjalar hingga ke pelosok ladang. Memasuki minggu ketiga, kolaborasi bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 3 membuahkan penanaman 95 bibit pohon di lahan-lahan produktif milik warga. Keringat yang menetes saat menanam pohon terasa sejuk oleh keramahan warga yang tak henti menyuguhkan teh hangat dan canda tawa.

Tak hanya lingkungan, inovasi pun dihadirkan tanpa mengikis kearifan lokal. Di Kampung Ranca Bali, para mahasiswa mengenalkan alat bantu penabur pupuk sederhana namun tepat guna untuk membantu efisiensi para petani. Tak berhenti di situ, dalam setiap lantunan doa di acara keagamaan hingga riuk kemeriahan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, para mahasiswa selalu ada di barisan depan, bahu-membahu bersama warga.

Apresiasi Tulus dan Isak Haru Perpisahan

Kehadiran dan keaktifan para mahasiswa ini memantik rasa bangga dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Kertaangsana, Ence Ruswandi, tak mampu menyembunyikan rasa apresiasinya atas dedikasi dan sikap santun anak-anak muda tersebut.

“Kehadiran aktif mahasiswa KKN Mandiri Universitas Nusa Putra di tengah masyarakat membawa dampak positif yang signifikan. Melalui keterlibatan langsung dalam aksi gotong royong, kegiatan keagamaan, serta program pendampingan teknis, para mahasiswa berhasil membangun kedekatan emosional yang erat hingga tercipta ikatan kekeluargaan yang tulus,” ungkap Ence 

Ruswandi dengan nada bangga.

Namun, setiap kisah indah selalu memiliki babak purna. Ketika prosesi pamitan dan penyelesaian administrasi dilakukan, suasana haru tak terbendung. Anak-anak kecil yang saban hari menjadikan posko mahasiswa sebagai tempat belajar dan bermain, tampak enggan melepaskan pelukan hangat para kakak mahasiswa.

Koordinator Tim KKN, Rafael Ahmad Abduljabbar, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas penerimaan warga yang begitu luar biasa. Bagi Rafael dan 11 rekannya, Kertaangsana bukan lagi sekadar lokasi tugas kuliah, melainkan rumah kedua tempat mereka belajar arti kehidupan, kerendahan hati, dan kebersamaan yang sesungguhnya.

Meski langkah kaki mahasiswa kini harus kembali ke ruang-ruang kuliah, benih-benih kebaikan, ilmu, dan pohon yang telah ditanam akan terus tumbuh subur di Desa Kertaangsana. Sinergi manis antara Universitas Nusa Putra dan masyarakat Kabupaten Sukabumi ini membeberkan bukti nyata: bahwa pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan hati akan selalu meninggalkan jejak manfaat yang abadi dan rindu yang hangat.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *