Ragam

Lahan Jangan Dibakar! Ini Solusi Aman dari Pemprov Jabar

Lahan Jangan Dibakar! Ini Solusi Aman dari Pemprov Jabar
Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan cara membakar dalam membuka maupun membersihkan lahan. Langkah tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali mengatakan, masyarakat dapat memilih metode yang lebih aman dengan menyesuaikan cara pembersihan berdasarkan luas.

Cara Aman Membersihkan Lahan Tanpa Dibakar

Untuk lahan yang tidak terlalu luas, pembersihan dapat dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, seperti parang, sabit, dan cangkul.

Sementara itu, area yang lebih luas dapat dibersihkan menggunakan peralatan mekanis. Setelah vegetasi ditebang, material tersebut selanjutnya dapat dikumpulkan dan dicacah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Menurut Teten, cacahan vegetasi tersebut tidak harus menjadi limbah. Material itu dapat diolah menjadi kompos dengan bantuan biodekomposer yang berfungsi mempercepat proses pengomposan.

“Cacahan pohon dapat dijadikan kompos dengan bantuan biodekomposer yang mempercepat pengomposan,” ucap Teten, Jumat (4/9/2026).

Cacahan Vegetasi Bisa Dimanfaatkan Kembali

Selain diolah menjadi kompos, cacahan vegetasi juga dapat digunakan sebagai mulsa. Pemanfaatan tersebut dapat membantu melindungi tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.

Vegetasi yang telah ditebang juga masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, termasuk diolah menjadi barang kebutuhan sehari-hari.

Faktor Manusia Dominasi Penyebab Karhutla di Jabar

Teten mengatakan, kejadian karhutla di Jawa Barat pada umumnya dipengaruhi oleh faktor manusia. Salah satu penyebab utamanya adalah aktivitas membuka atau membersihkan dengan cara membakar.

Selain itu, kebakaran juga dapat dipicu oleh kelalaian masyarakat, seperti membuang puntung rokok sembarangan. Aktivitas warga di sekitar kawasan hutan dan lahan kering turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan juga meningkatkan risiko kebakaran. Dalam kondisi tersebut, vegetasi menjadi lebih mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluas.

Luas Lahan Terbakar di Jabar Capai 228,07 Hektare

Hingga 31 Agustus 2026, luas yang terbakar di Jawa Barat tercatat mencapai 228,07 hektare yang tersebar di 178 desa/kelurahan.

Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan luas terbakar paling besar, yakni 49,20 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Majalengka mencatat lahan terbakar seluas 26,16 hektare, sedangkan Kabupaten Bandung mencapai 24,80 hektare.

Data tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla, terutama dengan mendorong masyarakat menggunakan metode pembersihan lahan yang tidak melibatkan pembakaran.**

Exit mobile version