Pemerintahan

Labumi Bersinar: Gandeng BNNK, Lapas Sukabumi Gelar Tes Urine Massal

IMG 20260108 WA0021
Foto Istimewa: Petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi Saat Melakukan Tes Urine, Kamis (8/1/2026).

PenaKu.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memberantas narkoba melalui gelaran tes urine bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis (08/01/2026). Menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi, langkah ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin keenam terkait pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di lingkungan Lapas/Rutan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut cepat atas instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat tertanggal 6 Januari 2026, mengenai penugasan pendataan senjata api serta tes urine bagi pegawai dan narapidana.

Jalannya Pemeriksaan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel bersama di Lapangan Lapas Kelas IIB Sukabumi yang dipimpin langsung oleh Kalapas beserta tim BNNK Sukabumi. Sebanyak 70 petugas Lapas, 10 Warga Binaan, dan 10 peserta magang menjalani pemeriksaan secara bergantian.

Berdasarkan hasil uji laboratorium di tempat oleh tim BNNK Sukabumi, seluruh peserta yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Komitmen “Labumi Bersinar”

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata deteksi dini terhadap ancaman narkoba.

“Kami melakukan penguatan pengawasan internal dan penegakan integritas secara berkelanjutan. Upaya ini adalah strategi krusial untuk mewujudkan LABUMI BERSINAR (Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba),” singkat Budi dalam keterangannya kepada awak media.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Dr. Yuhernawa, memberikan apresiasi atas inisiatif proaktif Lapas Sukabumi dalam menjalankan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Melalui kolaborasi ini, kita memperkuat benteng pertahanan Lapas dari pengaruh narkoba. Deteksi dini adalah kunci untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan bersih,” pungkasnya.

***

Exit mobile version