PenaKu.ID – Kelompok Hamas menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi perang yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.
Pada 14 Maret 2026, mereka menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera menghentikan peperangan.
Pernyataan ini muncul setelah serangan drone dan rudal Iran mulai berdampak signifikan pada negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Dampak Serangan Iran di Kawasan Teluk Membuat Hamas Besuara
Siapa saja korban dalam konflik ini? Sedikitnya 18 orang tewas, mayoritas adalah personel keamanan dan pekerja asing di UEA, Kuwait, Oman, dan Arab Saudi.
Mengapa kelompok ini bersuara sekarang? Sebagai anggota “poros perlawanan” yang didukung Iran, kelomppk ini berada dalam posisi sulit di tengah gencatan senjata dengan Israel yang sering dilanggar oleh kedua belah pihak.
Negosiasi Gencatan Senjata dari Hamas
Bagaimana kondisi di Gaza? Sejak gencatan senjata yang diprakarsai AS berlaku Oktober lalu, tercatat 649 orang tewas akibat pelanggaran harian.
Di mana posisi Iran? Hingga kini Teheran belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Hamas tersebut.
Dunia internasional terus memantau apakah seruan ini akan membawa stabilitas atau justru memperpanjang ketegangan.**
