Internasional

Ketegangan Memuncak! AS Tembak Kapal Iran Saat Evakuasi Armada Komersial di Selat Hormuz

Ketegangan Memuncak! AS Tembak Kapal Iran Saat Evakuasi Armada Komersial di Selat Hormuz
Ketegangan Memuncak! AS Tembak Kapal Iran Saat Evakuasi Armada Komersial di Selat Hormuz/(REUTERS)

PenaKu.ID – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap tujuh kapal cepat milik Iran.

Tindakan tegas ini diambil di tengah upaya Washington untuk memandu keluar kapal-kapal yang terjebak di perairan vital tersebut. Berdasarkan laporan, langkah ini merupakan bagian dari operasi penyelamatan yang dijuluki “Project Freedom”.

Keberhasilan Evakuasi Melalui Project Freedom di Selat Hormuz

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada bulan Februari lalu, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia ini sebagian besar diblokir.

Gencatan senjata memang sempat diumumkan pada awal bulan April, namun lalu lintas maritim masih lumpuh. Pada hari Senin, perusahaan pelayaran Maersk melaporkan keberhasilan mereka. Kapal berbendera AS milik mereka, Alliance Fairfax, yang telah terjebak sejak akhir Februari, akhirnya berhasil keluar dari Teluk Persia dengan pengawalan ketat militer Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa serangan terhadap kapal-kapal kecil Iran yang menggunakan helikopter tempur tersebut adalah langkah krusial, menyebut armada laut Iran “hanya menyisakan kapal-kapal kecil itu.” Namun, klaim keberhasilan ini mendapat perlawanan sengit dari pihak Teheran.

Klaim Korban Sipil di Selat Hormuz dan Kebuntuan Politik

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras operasi tersebut dengan menyebutnya sebagai “Project Deadlock”, menekankan bahwa krisis politik tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan militer. Bantahan juga datang dari media pemerintah Iran.

Mengutip sumber militer setempat, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa yang diserang oleh AS bukanlah kapal cepat militer, melainkan dua kapal kargo kecil yang berujung pada tewasnya lima warga sipil.

Di tengah klaim yang saling bertentangan ini, ketidakpastian di jalur perdagangan internasional terus meningkat. Sementara itu, Uni Emirat Arab dan Korea Selatan juga melaporkan insiden serangan terhadap kapal-kapal mereka pada hari Senin, di mana UEA turut mencatat terjadinya kebakaran hebat di pelabuhan minyak Fujairah akibat serangan pihak Iran.**

Exit mobile version