PenaKu.ID – Peta politik Inggris berguncang hebat setelah Partai Labour mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal baru-baru ini. Sir Keir Starmer kini berada di bawah tekanan hebat setelah kehilangan kendali di wilayah-wilayah kunci.
Pada 2 jam yang lalu, Starmer menegaskan bahwa ia tidak akan mundur demi menjaga stabilitas negara, meski kritik tajam dari internal partainya sendiri mulai bermunculan dan menuntut jadwal pengunduran dirinya.
Dominasi Reform UK dan Peta Kekuatan Baru Pemilu Inggris
Kejutan terbesar datang dari Reform UK yang berhasil meraih lebih dari 1.400 kursi, bahkan mendominasi wilayah yang dulunya merupakan basis kuat Labour dan Konservatif.
Berdasarkan proyeksi National Share (PNS), Reform UK kini memimpin dengan 26% suara, diikuti oleh Green Party di posisi kedua. Fenomena ini menandai berakhirnya era dominasi dua partai besar di Inggris, menciptakan lanskap politik yang jauh lebih terfragmentasi.
Kehancuran Labour di Wales dan Skotlandia dalam Pemiliu Inggris
Di Wales, dominasi Labour selama 27 tahun resmi berakhir, digantikan oleh Plaid Cymru sebagai partai terbesar. Sementara itu di Skotlandia, SNP tetap kokoh di puncak meski tanpa mayoritas absolut.
Labour hanya mampu menduduki posisi kedua yang terpaut jauh, bersaing ketat dengan Reform UK. Kegagalan ini menjadi sinyal merah bagi kepemimpinan Starmer yang dianggap gagal mempertahankan kepercayaan pemilih di wilayah jantung pertahanan mereka.**
