Sosial

Komitmen Perbaikan Layanan: SPPG Perbawati Sukabumi Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Menu MBG

InShot 20260224 180211440 scaled
Foto Istimewa: Menu MBG Singkong Thailand, Kurma, dan Telur Rebus SPPG MBG Perbawati Kabupaten Sukabumi.

PenaKu.ID – Menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perbawati secara resmi menyampaikan penjelasan sekaligus permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam teknis penyajian menu beberapa waktu lalu.

Kepala SPPG Perbawati, Muhammad Sona, memberikan klarifikasi langsung untuk meluruskan persepsi yang beredar di media sosial demi menjaga kepercayaan orang tua siswa dan masyarakat.

Menu: Fla Singkong, Bukan Bubur Sumsum

Sona menjelaskan bahwa menu yang menjadi sorotan sebenarnya adalah Singkong Thailand, Kurma, dan Telur Rebus. Ia menggarisbawahi adanya kesalahpahaman visual pada komponen pendamping singkong tersebut.

“Kami ingin meluruskan bahwa yang dikira bubur sumsum oleh orang tua siswa sebenarnya adalah fla pelengkap singkong Thailand yang diolah menggunakan susu. Karena tekstur fla yang kami buat terlalu kental dan dikemas dalam plastik klip, muncul persepsi bahwa itu adalah bubur,” ujar Sona, kepada awak media, Selasa (24/2/2026).

Kendala Teknis dan Komitmen Perbaikan

pihak dapur mengakui adanya kendala teknis pada hari tersebut, di antaranya:

Miskomunikasi Logistik: Terlambatnya pengiriman telur dari suplier yang menyebabkan distribusi tertunda ke hari berikutnya.

Tekstur Penyajian: Tekstur fla yang tidak sesuai standar (terlalu kental) sehingga memicu salah paham.

Evaluasi Porsi: Menanggapi masukan orang tua terkait takaran porsi yang dianggap minim.

Permohonan Maaf dari Meja Dapur

Atas ketidaknyamanan tersebut, Muhammad Sona mewakili seluruh tim dapur SPPG Perbawati menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para siswa dan orang tua.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf atas kekurangan teknis dari dapur kami. Masukan terkait porsi dan tampilan menu sangat kami hargai dan akan menjadi bahan evaluasi total. Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar ke depannya penyajian lebih menggugah selera dan sesuai harapan,” tuturnya.

Hasil Koordinasi Lintas Sektoral

Pasca kejadian, unsur Muspika yang terdiri dari Camat, Kapolsek, pihak Puskesmas, hingga Dinas Pendidikan telah melakukan peninjauan langsung. Hasil koordinasi memastikan bahwa secara kandungan gizi, menu tersebut sudah sesuai standar, namun terdapat kekurangan pada aspek estetika dan teknis penyajian.

Pihak SPPG Perbawati berjanji akan lebih cermat dalam proses pengemasan agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan di masa mendatang. 

“Tujuan utama kami adalah memberikan gizi terbaik untuk anak-anak. Kejadian ini adalah pelajaran berharga bagi tim dapur untuk terus meningkatkan kualitas layanan MBG,” pungkas Sona.

***

Exit mobile version