PenaKu.ID – Meskipun serangan udara terus digencarkan terhadap fasilitas militer di Teheran, militer Israel (IDF) mengakui bahwa ancaman dari Iran belum sepenuhnya sirna. Iran dilaporkan masih memiliki simpanan rudal balistik yang cukup besar di lokasi-lokasi tersembunyi.
Juru bicara militer Israel memperingatkan warganya agar tidak lengah, karena sistem pertahanan udara sehebat apapun tidak dapat memberikan jaminan keamanan absolut terhadap serangan masif.
Penghancuran Fasilitas Strategis Israel-Iran
IDF mengeklaim telah berhasil melumpuhkan sejumlah peluncur rudal Ghadr, yang dikenal memiliki jangkauan hingga 2.000 km. Serangan presisi ini ditujukan untuk memutus kemampuan balasan Teheran agar tidak mampu menjangkau wilayah Israel.
Namun, tantangan terbesar terletak pada silo-silo bawah tanah yang sulit dideteksi oleh satelit, di mana diperkirakan masih tersisa ribuan rudal yang siap diluncurkan sewaktu-waktu.
Dampak Geopolitik dan Kematian Pemimpin Tertinggi Akibat Konflik Israel-Iran
Konflik ini mencapai puncaknya setelah serangan gabungan yang mengakibatkan wafatnya pemimpin tertinggi Iran. Situasi ini memicu kemarahan besar dan langkah-langkah ekstrem dari pihak Iran, termasuk penutupan Selat Hormuz yang sangat vital bagi ekonomi global.
Dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat di kedua belah pihak, ketegangan ini diprediksi akan berlangsung lama dan mengubah peta kekuatan di wilayah tersebut secara permanen.**
