Pemerintahan

Kalah ‘Tajir’ Tapi Paling Stabil, Potret Harta Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Paling Miskin

Kalah 'Tajir' Tapi Paling Stabil, Potret Harta Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Paling Miskin PenaKu.ID - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024–2025
Dinamika LHKPN 2024–2025: Di Saat aset anggota dewan lain naik-turun miliaran rupiah, grafik kekayaan sang Ketua justru bergerak landai di kelas bawah. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024–2025 milik 55 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor tengah menjadi perbincangan hangat publik. 

Di tengah sorotan terhadap nominal kekayaan para wakil rakyat, grafik keuangan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, justru mencuri perhatian karena pergerakannya yang sangat minimalis.

Potret Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor 2024-2025

Berdasarkan data resmi e-LHKPN KPK yang sempat memicu riuh di media sosial melalui unggahan akun lokal @infobogorbarat_id, total harta kekayaan politisi Partai Gerindra tersebut berada di angka Rp1.948.000.000 (Rp1,948 Miliar) pada pelaporan tahun 2024.

Sementara itu, pada laporan terbaru tahun 2025, isi kantong legislator yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor 5 ini tercatat sebesar Rp1.937.000.000 (Rp1,937 Miliar).

Jika dikalkulasi secara akurat, harta kekayaan Sastra Winara hanya mengalami penyusutan nominal yang sangat tipis, yakni sebesar Rp11.000.000 (11 juta rupiah). 

Selisih super minimalis ini menempatkan sang Ketua sebagai legislator dengan pergeseran angka LHKPN paling stabil di antara seluruh anggota dewan.

Kontras di Tengah Fluktuasi Miliaran Rupiah

Stabilitas angka yang ditunjukkan Sastra Winara terasa semakin kontras jika disandingkan dengan rekan sejawatnya di parlemen yang mengalami guncangan nilai aset hingga miliaran rupiah.

Sebut saja Beben Suhendar (Fraksi Gerindra) yang mencatatkan lonjakan harta hingga Rp3,556 Miliar. Sebaliknya, Azwar Anas dari NasDem justru mengalami penurunan drastis hingga minus Rp7,568 Miliar.

Bahkan di internal Dapil 5 dan fraksi yang sama, nama Sarni mencatatkan fluktuasi yang cukup tajam. Kekayaan Sarni merosot dari Rp11,663 Miliar (2024) menjadi Rp9,313 Miliar (2025), atau menyusut Rp2,350 Miliar. 

Di tengah badai naik-turun aset tersebut, Sastra Winara bergeming dan konsisten menjaga pelaporannya di kisaran Rp1,9 Miliar.

Peta Kekayaan Parlemen Kabupaten Bogor

Secara akumulatif, potret finansial 55 Anggota DPRD Kabupaten Bogor periode ini bergerak dinamis dengan rincian sebagai berikut:

• Mengalami Kenaikan Harta: 34 Anggota

• Mengalami Penurunan Harta: 13 Anggota (termasuk Sastra Winara)

• Tetap / Data Pelaporan Baru: 8 Anggota

Meskipun secara nominal total kekayaannya berada di “kelas bawah” dibandingkan mayoritas anggota dewan lainnya, fenomena tipisnya selisih LHKPN Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini memicu reaksi positif dari masyarakat. 

Hal ini dinilai mencerminkan pola hidup yang bersahaja serta manajemen aset yang terukur selama mengemban amanah sebagai pucuk pimpinan legislatif di Bumi Tegar Beriman.***

Exit mobile version