PenaKu.ID – Anggota ENHYPEN, Jay, dilaporkan mengalami tindakan penguntitan dan pelanggaran privasi serius. Insiden tersebut mencakup penyebaran nomor telepon pribadinya tanpa izin.
Pada 3 November 2026, BELIFT LAB merilis pernyataan resmi melalui platform komunikasi penggemar Weverse. Agensi mengungkapkan bahwa Jay telah menjadi sasaran seorang sasaeng sejak Juni.
Pelaku Menyamar dan Sebarkan Rekaman Percakapan Jay ENHYPEN
Menurut BELIFT LAB, pelaku awalnya mendekati Jay dengan menyamar sebagai pegawai pusat layanan pemasangan internet dan televisi. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh informasi pribadi sang artis.
Pelaku juga menghubungi Jay berulang kali, merekam percakapan telepon tanpa persetujuan, kemudian menyebarkannya melalui KakaoTalk dan media sosial. Setelah kasus mencuat, pelaku dilaporkan menghapus akun.
BELIFT LAB menyatakan, “Kami menganggap insiden ini sangat serius karena bukan hanya merupakan pelanggaran privasi artis, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan bahaya lebih lanjut akibat pengungkapan informasi pribadi.”
BELIFT LAB Tempuh Jalur Hukum Soal Jay ENHYPEN
Agensi telah mengajukan pengaduan pidana kepada polisi. Tindakan pelaku disebut menyebabkan Jay mengalami tekanan psikologis dan kecemasan.
BELIFT LAB menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap penguntitan serta penyebaran informasi pribadi secara ilegal. Agensi juga mengapresiasi penggemar yang membantu melaporkan kejadian tersebut.
Sebelumnya, ENHYPEN juga menghadapi kasus sasaeng yang diduga melibatkan pekerja pengiriman dan pengemudi yang menerobos kediaman grup.
Sementara itu, ENHYPEN dijadwalkan merilis single spin-off ‘THE SIN: PARALLEL WORLD’ pada 20 November 2026.**











