PenaKu.ID – Petenis Indonesia, Janice Tjen, mengawali perjuangannya di Wuhan Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Ia menundukkan wakil Jepang, Aoi Ito, dalam dua set langsung dengan skor 6–3, 6–1 pada babak pertama turnamen WTA 1000 di Wuhan, China, Senin (12/10/2026).
Hasil tersebut mengantarkan Janice Tjen ke babak kedua sekaligus menjadi modal awal untuk bersaing di salah satu turnamen bergengsi dalam kalender tenis putri dunia. Meski tampil dominan, petenis Indonesia itu masih memiliki sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Berdasarkan statistik pertandingan, Tjen menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang untuk menekan lawannya. Ia sukses mengonversi enam dari delapan kesempatan break point, sementara Ito hanya mampu memaksimalkan dua dari lima peluang yang diperolehnya.
Keunggulan Tjen juga terlihat dari performa servis. Ia memenangi 73 persen poin dari servis pertama, jauh di atas Ito yang mencatatkan 42 persen. Statistik tersebut turut membantu Tjen mengendalikan pertandingan hingga menuntaskannya dalam waktu sekitar 73 menit.
Kendati demikian, Tjen masih perlu meningkatkan konsistensi servisnya. Ia membukukan tujuh double fault dalam pertandingan tersebut. Catatan ini patut menjadi perhatian, terutama ketika menghadapi lawan dengan kemampuan servis dan pengembalian bola yang lebih kuat.
Hasil Berbeda Janice Tjen di Nomor Ganda
Keberhasilan Tjen di nomor tunggal tidak diikuti hasil positif pada sektor ganda. Berpasangan dengan petenis Amerika Serikat, Caty McNally, ia tersingkir setelah kalah dari pasangan China, Qianhui Tang dan Yifan Xu, pada Selasa (13/10/2026).
McNally dan Tjen sempat unggul setelah merebut set pertama dengan skor 6–4. Namun, Tang dan Xu mampu membalikkan keadaan dengan memenangi set kedua, juga melalui skor 6–4.
Pertandingan kemudian ditentukan lewat match tie-break. Pasangan China tampil lebih dominan dan mengamankan kemenangan dengan skor 10–2.
Statistik pertandingan memperlihatkan Tang dan Xu lebih efektif dalam menghasilkan poin melalui servis pertama maupun kedua. Keunggulan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu mereka bangkit setelah kehilangan set pembuka.
Dengan tersingkirnya Tjen dari nomor ganda, fokusnya kini beralih ke sektor tunggal. Ia masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan kiprah di Wuhan Open 2026 setelah mengamankan kemenangan pada babak pertama.
Janice Tjen Hadapi Tantangan Berikutnya di Wuhan Open
Wuhan Open merupakan turnamen kategori WTA 1000 yang diikuti sejumlah pemain papan atas tenis putri dunia. Persaingan di level ini membutuhkan konsistensi permainan, kemampuan mengendalikan tekanan, serta ketepatan dalam memanfaatkan peluang pada poin-poin krusial.
Bagi Tjen, kemenangan atas Ito menjadi awal yang positif. Namun, hasil tersebut belum dapat menggambarkan sejauh mana ia mampu melangkah dalam turnamen tahun ini. Konsistensi servis dan kemampuannya menjaga tekanan terhadap lawan akan menjadi faktor penting pada pertandingan selanjutnya.
Berdasarkan jadwal yang tersedia saat penelusuran, Tjen dijadwalkan tampil pada babak kedua, Rabu (14/10/2026). Meski demikian, nama lawan yang akan dihadapinya belum dapat dipastikan berdasarkan data yang diperiksa. Kepastian mengenai pertandingan berikutnya masih menunggu informasi resmi.
Perjalanan Tjen di Wuhan juga menjadi bagian dari perkembangan kariernya di kancah internasional. Women’s Tennis Association (WTA) mencatat bahwa ia berhasil meraih gelar tunggal WTA pertamanya di Chennai pada 2025. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya menuju persaingan yang lebih kompetitif di tur utama.
Untuk sementara, kemenangan dua set langsung atas Ito menjadi bekal positif bagi Tjen di Wuhan Open 2026. Ia perlu mempertahankan efektivitas permainan sekaligus memperbaiki kelemahan servis agar dapat menjaga peluang melangkah lebih jauh dalam turnamen tersebut.** (tds)











