InternasionalPeristiwa

Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Panik?

Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Panik?
Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Panik? /(Aljazeera)

PenaKu.ID – Konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Iran secara resmi menyatakan penutupan Selat Hormuz.

Jalur perdagangan vital ini kini menjadi pusat ketegangan global setelah rentetan serangan udara AS dan Israel menghantam target strategis di Lebanon dan Iran, termasuk gedung Majelis Ahli di Qom.

Dengan angka kematian yang melampaui 800 jiwa, stabilitas kawasan berada di ujung tanduk, dilansir Pena pada 4 Maret 2026.

Eskalasi Serangan dan Balasan Iran di Uni Emirat Arab

Teheran tidak tinggal diam. Selama empat malam berturut-turut, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar aset Amerika Serikat.

Laporan terbaru menunjukkan serangan menghantam konsulat Washington di Dubai serta pelabuhan Fujairah di UEA.

Tindakan ini menandai perluasan zona konflik yang kini mulai mengancam stabilitas ekonomi negara-negara teluk yang sebelumnya relatif stabil.

Ancaman Perang Terbuka Iran dan AS

Presiden Donald Trump merespons penutupan Selat Hormuz dengan ancaman pengerahan Angkatan Laut untuk mengawal kapal tanker.

Dampaknya langsung terasa pada sektor energi; Irak mulai menghentikan produksi di ladang minyak Rumaila dan proyek West Qurna 2.

Sementara itu, di dalam negeri AS, para politisi Demokrat memperingatkan bahwa retorika Trump dapat menyeret Amerika ke dalam invasi darat tanpa akhir yang jelas.**

Exit mobile version