Ragam

Insidious: Out of the Further Bukan Sekadar Sekuel

Insidious: Out of the Further Bukan Sekadar Sekuel
Insidious: Out of the Further Bukan Sekadar Sekuel/(Instagram)

PenaKu.ID – Insidious: Out of the Further hadir sebagai babak baru dalam waralaba horor populer Insidious.

Film yang tayang di bioskop pada Jumat, 21 Agustus 2026 melalui Sony Pictures Entertainment ini diarahkan sekaligus ditulis Jacob Chase.

Film keenam tersebut mengikuti Gemma, diperankan Amelia Eve, yang memiliki kemampuan astral projection.

Namun, kekuatannya berbeda karena ia dapat membawa makhluk dari The Further ke dunia nyata. Situasi itu semakin rumit ketika Gemma berusaha melindungi putrinya sekaligus menghadapi trauma yang diwariskan dari sang ibu.

Jacob Chase Tak Ingin Mengulang Formula Lama dalam Insidious: Out of the Further

Chase menyadari penonton bisa mempertanyakan alasan waralaba ini terus berlanjut setelah lima film sebelumnya.

Karena itu, ia ingin menjadikan Insidious: Out of the Further sebagai semacam awal baru, bukan sekadar pengulangan cerita lama.

Pengalaman Chase membuat atraksi rumah hantu amal Bigworm Sherwood Scare pada 2012-2014 turut memengaruhi pendekatannya.

Dari sana, ia belajar mengamati bagaimana penonton bereaksi terhadap ketegangan, kejutan, hingga ruang yang tampak sederhana.

Menurut Chase, jump scare dalam film harus memiliki fungsi terhadap cerita. Setiap kejutan diupayakan memiliki konsekuensi dan berkaitan dengan perkembangan karakter Gemma.

Horor Insidious: Out of the Further Berasal dari Ketakutan Pribadi

Chase juga memasukkan kecemasannya ketika pertama kali menjadi ayah ke dalam karakter Gemma.

Ketakutan tentang menjadi orang tua dan tidak ingin mengulangi kesalahan generasi sebelumnya menjadi dasar emosional cerita.

Salah satu adegan utama menampilkan Gemma tersesat dalam benteng bantal yang membingungkan dan penuh ancaman.

Ide tersebut lahir dari ketakutan Chase terhadap ruang sempit dan tempat yang repetitif.

Setelah film ini, Chase disebut akan menggarap proyek horor rahasia untuk Blumhouse dan Universal.

Baginya, membuat penonton takut menyerupai sulap: mengandalkan misdirection, kejutan, dan kemampuan mengarahkan perhatian penonton.**

Exit mobile version