Kesehatan

Herbal Ini Disebut Bantu Kendalikan Diabetes, Apa Saja?

Herbal Ini Disebut Bantu Kendalikan Diabetes, Apa Saja?
Herbal Ini Disebut Bantu Kendalikan Diabetes, Apa Saja? /Ilustrasi (foto: istimewa)

PenaKu.ID – Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes atau penyakit gula di Indonesia, penggunaan tanaman herbal kembali menjadi perhatian masyarakat sebagai terapi pendamping untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Sejumlah penelitian terbaru menyebut beberapa tanaman herbal memiliki potensi mendukung pengendalian diabetes apabila digunakan secara tepat dan tetap disertai pengobatan medis.

Melansir berbagai sumber seperti Diabetic Studies, menerangkan bahwa diabetes masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang terus bertambah setiap tahun. Pola makan tinggi gula, minim aktivitas fisik, serta perubahan gaya hidup modern disebut menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit tersebut.

Meski tanaman herbal mulai banyak digunakan, para ahli mengingatkan bahwa bahan alami tersebut bukan pengganti obat medis. Herbal hanya berfungsi sebagai pendamping untuk membantu menjaga kestabilan gula darah dan tidak dapat menyembuhkan penyakit gula secara instan.

Berikut Herbal yang Dapat Membantu Penderita Diabetes

Salah satu tanaman yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah pare. Buah bercita rasa pahit ini diketahui mengandung senyawa aktif yang dipercaya mampu membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus menurunkan kadar gula darah. Pare umumnya dikonsumsi sebagai sayuran maupun diolah menjadi jus herbal.

Selain pare, kayu manis juga menjadi salah satu herbal yang banyak diteliti. Sejumlah studi menemukan kandungan tertentu dalam kayu manis berpotensi membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah serta meningkatkan efektivitas kerja insulin di dalam tubuh.

Tanaman herbal lainnya yang cukup dikenal ialah kunyit. Kandungan kurkumin pada kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dinilai baik bagi penderita diabetes, terutama untuk membantu mengurangi peradangan akibat tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang.

Di Indonesia, daun salam juga kerap dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk membantu menjaga kadar gula darah. Biasanya, daun salam direbus lalu air rebusannya dikonsumsi secara rutin. Namun, penelitian terkait efektivitas daun salam masih terus dikembangkan sehingga penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Tak hanya itu, lidah buaya dan fenugreek atau klabet juga mulai banyak digunakan sebagai terapi pendamping diabetes. Kandungan serat dan senyawa aktif pada kedua tanaman tersebut disebut dapat membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.

Apa yang Harus Dihindari oleh Penderita Diabetes?

Di sisi lain, para tenaga kesehatan menegaskan bahwa pengaturan pola makan tetap menjadi faktor utama dalam pengendalian diabetes. Penderita penyakit gula dianjurkan membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula seperti soda, minuman kemasan manis, permen, kue, hingga makanan cepat saji.

Karbohidrat olahan seperti nasi putih dalam jumlah berlebihan, roti putih, serta mi instan juga disarankan untuk dikurangi karena dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat. Sebagai alternatif, penderita diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat tinggi serat seperti nasi merah, oatmeal, jagung, dan ubi.

Selain itu, makanan tinggi lemak trans seperti gorengan dan makanan olahan perlu dihindari lantaran dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, yang menjadi salah satu komplikasi paling umum pada penderita diabetes.

Tenaga kesehatan menekankan bahwa pengendalian diabetes tidak cukup hanya mengandalkan tanaman herbal. Aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, serta pemeriksaan gula darah secara berkala tetap menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dengan penggunaan yang tepat dan tetap mengikuti anjuran medis, tanaman herbal dapat menjadi salah satu alternatif alami untuk membantu menjaga kesehatan penderita diabetes.** (tds)

Exit mobile version