PenaKu.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengejutkan publik internasional dengan klaim optimistis mengenai penyelesaian konflik dengan Iran.
Di tengah blokade laut yang melumpuhkan ekonomi Iran, secercah harapan muncul melalui rencana pertemuan tingkat tinggi yang diprediksi akan menjadi babak baru dalam geopolitik dunia. Trump meyakini bahwa perang sudah berada di penghujung jalan.
Diplomasi “Grand Bargain” Donald Trump di Pakistan
Dalam cuplikan wawancara Fox News yang dirilis baru-baru ini, Trump menyatakan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran dapat dimulai kembali di Pakistan dalam kurun waktu dua hari ke depan, atau sekitar tanggal 17 April 2026.
Wakil Presiden JD Vance menambahkan bahwa ambisi Trump adalah mencapai sebuah “Grand Bargain” atau kesepakatan besar yang akan menstabilkan kawasan. Meski demikian, hingga saat ini pihak Iran belum memberikan komentar resmi terkait rencana pertemuan di Pakistan tersebut.
Dampak Blokade Donald Trump Laut dan Tekanan Ekonomi
Langkah diplomasi ini dilakukan saat tekanan militer berada di titik tertinggi. Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi negara tersebut.
Meskipun beberapa kapal mencoba melintasi Selat Hormuz pada 14 April 2026, mayoritas dipaksa putar balik oleh angkatan laut AS. Tekanan ekonomi yang masif ini tampaknya menjadi senjata utama AS untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan di tengah ketegangan yang masih membara.**







