PenaKu.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Senin pagi (6/4/2026). Iran mengonfirmasi bahwa Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan AS-Israel.
Israel kemudian secara resmi mengklaim tanggung jawab atas operasi yang mengguncang stabilitas kawasan tersebut.
Ancaman Keras Trump Usai Intelijen IRGC Tewas
Presiden AS, Donald Trump, memberikan peringatan keras dengan menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran, menyebut hari Selasa sebagai “Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan”. Iran pun membalas dengan ancaman serangan balik yang jauh lebih dahsyat dan mematikan.
Diplomasi Darurat di Tengah Konflik Berdarah Pasca Tewasnya Intelijen IRGC Tewas
Lyse Doucet melaporkan adanya upaya diplomasi kilat untuk meredam situasi, meski banyak pihak menilai gencatan senjata harus terjadi lebih dulu.
Sementara itu, ribuan nyawa telah melayang dalam perang ini, dengan korban terbanyak berada di wilayah Iran dan Lebanon. Serangan terus berlanjut di berbagai negara termasuk Israel, UEA, dan Arab Saudi.**









